No. 1420 KHUTBAH ARAFAH

today July 31, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

 

“ dan apabila kamu selesai dari Arafah, maka ingatlah Allah di tempat-tempat  yang suci “

(QS. Albaqarah : 198 )

 

Sepatutnya setiap umat Islam pada setiap  menjalankan puasa Arafah, dan merayakan Hari Raya Idul Adha, selalu mengingat Khutbah Rasulullah di Arafah. Sebab khutbah Arafah adalah pesan terakhir Rasululah kepada Umat Islam yang diwakili oleh para sahabat beliau yang hadir di waktu itu. Khutbah tersebut berissi pesan-pesan kemanusiaan yang sangat penting dilaksanakan oleh setiap individu muslim.

Teks khutbah tersebut adalah sebagai berikut :

 

Wahai Manusia sekalian,

dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.

 Wahai Manusia sekalian,

sesungguhnya darah dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan  (haram dirusak oleh orang lain) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini , di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.

 Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain) yang terjadi dalam kurun jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. Dan sesungguhnya pembalasan atas pembunuhan yang pernah dilakukan masa jahiliyah itu adalah pembalasan atas pembunuhan Ibnu rabiah bin Haris.

Transaksi riba yang dipakai pada kurun jahiliyah juga tidak berlaku lagi. Transaksi riba yang pertama kali kunyatakan tidak berlaku lagi adalah adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib, maka sesungguhnya seluruh transaksi itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.

 Wahai sekalian manusia..

Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk disembah lagi di negeri ini, akan tetapi dia masih menginginkan selain itu. Dia (syetan) akan merasa puas bila kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kalian menjaga agama kalian dengan baik.

 Hai manusia ,

Sesungguhnya menunda berlakunya bulan suci akan menambah kekafiran. Dengan itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian kamu menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah.

 Sesungguhnya masa terus berputar, seperti keadaannya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut: Dzul Qai’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

 Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu mengambil mereka (menjadi isteri ) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.

Sesungguhnya kamu mempunyai hak kepada isteri-isteri kamu dan isteri kamu juga mempunyai hak atas kamu sekalian. Hak kamu atas mereka adalah mereka sama sekali tidak boleh memberi izin masuk orang yang  tidak kamu suka ke dalam rumah kamu sekalian. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan hak mereka atas kamu sekalian adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka secara baik.

 Maka perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia, sesungguhnya aku telah sampaikan.

Aku tinggalkan sesuatu buat kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan itu maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitabullah dan sunnah NabiNya.

 Wahai manusia sekalian,

dengarkanlah dan taatlah kamu kepada pemimpin kamu sekalipun kamu diperintah oleh seorang hamba sahaya dari Habsyah yang berhidung pesek, selama dia menjalankan kitabullah kepada kalian.

 

Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan mereka dengan apa yang kamu makan dan berilah pakaian kepada mereka dengan apa yang kamu pakai. Jika mereka melakukan suatu kesalahan yang tidak dapat kamu maafkan, maka  juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.

 Wahai manusia..

Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah.

Ketahuilah kamu sekalian bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi orang muslim yang lain, dan semua kaum muslimin adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan kebenaran yang telah diberikan kepadanya dengan senang hati, oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri..

 Ya Allah, sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..?

Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.

Hendaklah yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang hanya mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.

Kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang kamu katakan nanti ?

Semua yang hadir menjawab: Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberi nasehat.

Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda:

”Ya Allah saksikanlah pernyataan mereka ini... Ya Allah saksikanlah pernyataan mereka ini.. Ya Allah saksikanlah pernyataan mereka ini ”.

 

Demikianlah isi khutbah Rasulullah di padang Arafah pada waktu haji wada’ yang dikutip dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

                  Dari khutbah diatas dapat dilihat bahwa Rasululah memberikan beberapa nilai kehidupan yang mendasar dan wajib diperhatikan manusia baik secara indivdu, keluarga, bermasyarakat, bernegara dan menjadi masyarakat dunia.

Pertama, Rasulullah menyuruh kita memelihara kedamaian hidup, memelihara kemulian orang lain dengan tidak berbuat sesuatu yang membahayakan, merusak, dan memudharatkan orang lain.

Kedua, Rasulullah berpesan agar kita memelihara ekonomi dengan keseimbangan, dan kebaikan, jauh daripada riba, penindasan, kedzaliman, dan penipuan.

Ketiga, Rasulullah berpesan agar menjaga akhlak yang mulia, tidak mudah terpengaruh oleh godaan nafsu dan syetan yang terkutuk.

Keempat, Rasulullah mengingatkan umatnya jangan mempermainkan hukum agama, dengan mengambil sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain.

Kelima, Rasulullah menyuruh umatnya memperhatikan pemakaian waktu, dari hari kehari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya.

Keenam, Rasulullah mewasiatkan agar setiap orang memelihara keluarganya, istrinya, dan memperhatikan kedudukan wanita di dalam masyarakat.

Ketujuh, Rasulullah menyuruh umatnya agar tetap berpegang dengan AlQuran dan Hadis sebagai rujukan utama dalam kehidupan.

Kedelapan, Rasulullah menyuruh umatnya untuk memperhatikan masalah kepemimpinan, dengan menegakan keadilan dan meninggalkan kedzaliman.

Kesembilan, rasululah mewasiatkan persaudaraan antar umat manusia yang harus ditegakkan.

Dan kesepuluh, Rasulullah menyuruh umatnya mewaspadai godaan, tantangan pemikiran dan ajaran yang akan menyesatkan yang selalu datang silih berganti sampai akhir zaman.

 

Demikianlah  pesan Rasulullah saw dalam khutbah Hari Arafah, pesan yang sarat dengan makna keadilan, persaudaraan, penegasan hak-asasi kemanusiaan dalam bingkai keislaman, untuk mencapai keridhaan Tuhan, jauh sebelum dunia barat berbicara tentang itu semua.

Sepatutnya negara Islam, umat Islam, mengambil konsep-konsep kemanusiaan yang dilandasi dengan keimanan, sebagaimana yang tercermin dalam khutbah Arafah tersebut. Bukan konsep-konsep kemanusiaan yang dilandasi oleh pemikiran sekuler dan kemanusiaan semata-mata, yang kadang kala meremehkan kewajiban kepada Tuhan sebagaimana yang terjadi di negara Barat.

Dengan nama kemanusiaan mereka meremehkan hukum Tuhan, dengan nama kebebasan mereka menoiolak agama dan keimanann, padahal kemanusiaan dalam bingkai ketuhanan dan keimanan yang akan menciptakan kebahagian dunia dan akhirat, sedangkan kebebasan tanpa  keimanan dan agama akan membawa kehancuran, sebab kebebasan bukan landasan iman, tetapi berlandaskan hawa nafsu dan kepentingan.

Mari kita renungkan dan melaksanakan nilai-nilai utama kemanusiaan berdasarkan keimanan yang tersirat dalam khutbah Arafah,yang merupakan pesan terakhir Rasulullah kepada kita semua.

Selamat hari Arafah, dan Hari Raya Idul Adha. Semoga kita dapat mengambil pelajaran daripadanya untuk memulai kehidupan di tahun hijriyah yang akan datang.

Fa’tabiru Ya Ulil Albab.

 

 

 

 

Buletin

Share This