No. 1415 KOMUNISME, MUSUH AGAMA

today June 26, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Dan mereka ingin untuk memadamkan cahaya ( agama ) Allah, tetapi  Allah akan tetap menyempurnakan cahayaNya" 

( QS. Saf : 8 )

Sosialisme adalah sistem hidup yang berdiri pada pendapat bahwa kepentingan sosial dan orang banyak lebih utama daripada kepentingan individu. Dalam pandangan  sosialisme, ajaran agama itu adalah ajaran yang akan menghalangi kaum buruh dari kemajuan, sebab dalam agama  terdapat ajaran sabar, tawakkal dan lain sebagainya. Ajaran agama juga dapat menjadi pelindung bagi kaum pemodal dengan bersedekah, melalui harta kekayaan yang di dapat. Oleh sebab itu agama itu harus diperangi sehingga menurut tokoh sosialisme Karl Marx ( 1818-1883): “ agama adalah keluh kesah makhluk yang tertindas, hati nurani dari dunia yang tidak berhati, maka dia adalah candu bagi rakyat “. Ungkapan ini dilanjutkan oleh Lenin : ‘ Agama adalah candu rakyat. Perkataan Karl Marx ini merupakan pandangan nya  terhadap agama. Pandangan Karl Mark kemudian dikenal dengan nama Markisme. Marxisme menganggap agama dan gereja, serta semua organisasi agama , apapun juga, merupakan alat reaksioner kaum pemodal untuk melindungi penindasan dan penghisapannya terhadap kaum buruh. Kita harus memerangi agama..maka lenyapkan agama dan hiduplah atheisme, maka penyebaran atheisme adalah tugas utama kita “

Menurut catatan sejarah, ajaran dan paham sosialisme dan komunisme masuk ke Indonesia dibawa oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet. seorang warganegara Belanda yang datang ke Indonesia pada tahun 1913 bersama Adolf Baars. Setelah itu, Hendricus Sneevliet mendirikan organisasi “Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang berasaskan sosialisme. Pada mulanya  organisasi ISDV ini tidak mempropagandakan komunis, namun lambat laun mengubah diri menjadi berpandangan komunisme-ateisme.  Diantara anggota organisasi ISDV ini terdapat Semaun dan Darsono yang juga tercatat sebagai pengikut dari organisasi - organisasi Syarikat Islam yang telah berdiri  sejak 1905. Dengan keberadaan kedua pengikut ISDV tersebut di dalam Syarikat Islam, maka organisasi tersebut   terbagi dua kelompok yaitu  Syarikat Islam Merah yang terpengaruh dengan ideologi sosialisme-komunisme dan Syarikat Islam  Putih yang masih tetap istiqamah dengan ajaran agama.  Setelah mendengar keberhasilan Revolusi Komunisme di Rusia, akhirnya kelompok Syarikat Islam Merah ini memisahkan diri dari organisasinya, dan mendirikan  Partai Komunis pada tahun 1917 yang dipimpin oleh Semaun. Dalam catatan sejarah partai ini telah melakukan beberapa kali pemberontakan seperti pemberontakan di Madiun pada tahun 1948 dan tahun diuangi kembali pada tahun 1965, dan syukur alhamdulilah kedua pemberontakan itu gagal,  sehingga  partai tersebut menjadi partai terlarang.

Ajaran Komunisme adalah ajaran yang bertentangan dengan agama sebagaimana dikatakan oleh  peletak dasar ideologi komunisme Karl Mark dalam buku “  A Contribution to the Critique of Hegel's Philosophy of Right" bahwa :   "Penderitaan religius, pada saat yang bersamaan, adalah ekspresi dari penderitaan riil dan merupakan protes terhadap penderitaan riil tersebut. Agama adalah keluh-kesah makhluk tertindas, jantung-hati dari dunia yang tak berperasaan, dan jiwa dari situasi yang tak berjiwa. Agama adalah candu bagi masyarakat. Penghapusan dari agama sebagai ilusi kebahagiaan dari diri manusia, dan itu adalah tuntutan atas kebahagiaan yang nyata “.

Oleh sebab itu, Muktamar Alim Ulama seluruh Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 8-11 September 1957 di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, dan dihadiri oleh 325 orang Ulama. mengambil keputusan dalam menyatakan bahwa  ajaran Komunis adalah :

1.Ideologi atau ajaran Komunis dalam lapangan filsafat berisi atheisme, dan anti agama;

2.ldeologi atau ajaran Komunis dalam lapangan sosial menganjurkan pertentangan kelas dan perjuangan kelas;

3.Ideologi atau ajaran komunis dalam lapangan ekonomi adalah menghilangkan hak perseorangan;

4.Ideologi atau ajaran demikian itu bukan saja berlawanan dengan ajaran Islam pada khususnya dan agama-agama lain pada umumnya, akan tetapi merupakan tantangan dan serangan terhadap hidup keagamaan pada umumnya. Oleh sebab itu , maka Muktamar memutuskan bahwa :

(1).Ideologi atau ajaran komunis adalah kufur hukumnya dan haram bagi umat Islam menganutnya;

(2).Bagi orang Islam yang menganut ideologi atau ajaran komunis dengan keyakinan dan kesadaran, maka kafirlah ia dan tidak sah menikah dan menikahkan orang Islam, tidak pusaka-mempusakai dan haram jenazahnya diselenggarakan secara Islam;

(3).Bagi orang Islam yang memasuki organisasi atau partai yang berideologi komunis seperti Partai Komunis Indonesia, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia, Pemuda Rakyat, dan lain-lainnya, maka sesatlah ia, dan wajib bagi umat Islam menyeru mereka agar meninggalkan partai dan organisasi tersebut;

(4).Haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengangkat atau memilih Kepala Negara atau Pemerintah yang berideologi komunis;

(5).Memperingatkan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar bersikap waspada terhadap gerakan komunis dan atheisme di lndonesia;

(6).Mendesak kepada Pemerintah Republik lndonesia (Soekarno) untuk mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa PKI dan mantel organisasinya sebagai partai dan organisasi terlarang di Indonesia.

Keputusan Fatwa ‘Alim Ulama tersebut mendapat penguatan politik dengan keluarnya Keputusan. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara / TAP MPRS  No. XXV/MPRS/1966 tentang: “Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara Repullik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan paham atau ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme”.yang menyatakan bahwa :.

 

1.       Faham atau ajaran Komunisme dalam praktek kehidupan politik dan kenegaraan menjelmakan diri dalam kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan azas-azas dan sendi-sendi kehidupan Bangsa Indonesia yang berTuhan dan beragama yang berlandaskan faham gotong royong dan musyawarah untuk mufakat.

2.        Faham atau ajaran Marx yang terkait pada dasar-dasar dan taktik perjuangan yang diajarkan oleh Lenin, Stalin, Mao Tse Tung dan lain-lain mengandung benih-benih dan unsur-unsur yang bertentangan dengan falsafah Pancasila.

3.        Faham Komunis/Marxisme-Leninisme yang dianut oleh PKI dalam kehidupan politik di Indonesia telah terbukti menciptakan iklim dan situasi yang membahayakan kelangsungan hidup Bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila.

4.        Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka adalah wajar, bahwa tidak diberikan hak hidup bagi Partai Komunis Indonesia dan bagi kegiatan-kegiatan untuk memperkembangkan dan menyebarkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Ketetapan MPR tersebut dikuatkkan lagi dengan Undang-Undang Republick Indonesia Nomor 27 tahun 1999 Perubahan  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Yang Berkaitan Dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara yang diantara pasalnya menyatakan bahwa :

Pasal 107(a) :

Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan, dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/ Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan perwujudan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

 

Pasal 107 (b) :

Barang siapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dari atau melalui media apapun, menyatakan keinginan untuk meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara yang berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

 

Pasal 107 (c) :

Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisnie/ Marxisme-Leninismce yang berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta.

Pasal 107 (d)

Barangsiapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/ Marxisinc-Leninisme dengan maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai dasar Negara, dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 107 (e)

Dipidana dengan pidana pcnjara paling lama 15 (lima belas tahun:

a. barang siapa yang mendirikan organisasi yang diketahui atau patut diduga menganut ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme atas dalam segala bentuk dan perwujudannya; atau

b. barang siapa yang mengadakan hubungan dengan atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam maupun di luar tiegeri, yang diketahuinya berasaskan ajaran Komunismc/Marxisme-Leninisme atau dalam segala, bentuk dan perwujudannya dengan maksud mengubah dasar negara atau menggulingkan Pemerintah yang sah.

Demikianlah penjelasan tentang ajaran Komunisme semoga kita dapat waspada dengan segala bentuk ajarannya yang dapat menghancurkan agama, dan kesatuan  negara republik Indonesia..Fa’tabiru Ya ulil albab.

 

 

Buletin

Share This