NO. 1413 KEBERSIHAN DAN KESUCIAN

today June 12, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

Allah sangat mencintai orang-orang yang suci “ ( QS. At Taubah : 108 )

 

Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia sesuai dengan fitrah yang dijadikan Allah subhana wataala. Kesucian dan kebersihan juga merupakan fitrah kemanusiaan, dan merupakan suatu aturan kehidupan yang harus dijalankan. Fitrah kemanusiaan tersebut harus tetap dijaga dalam kehidupan manusia, sebab fitrah kebersihan akan memberikan akibat kepada kesehatan dan kehidupan yang baik. Kebersihan dan kesucian harus meliputi seluruh aspek kehidupan dan kemanusiaan, suci dalam jiwa, suci dalam pikiran, suci dalam tindakan, suci dalam ucapan, suci dalam perasan, dan lain sebagainya. Islam adalah agama kebersihan dan kesucian, sebagaimana dikatakan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, yang disampaikan oleh Aisyah r.a : “ Bersihkanlah dirimu, karena sesungguhnya Islam itu bersih “.

Kesucian diri, jiwa, jasmani dan rohani, ini merupakan syarat kehidupan yang mulia, sehingga perintah memelihara kesucian ini merupakan perintah awal yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad  saw dengan firmanNya : “ Wahai oang yang berselimut. Bangunlah dan berikan peringatan. Dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkan pakaianmu, dan tinggalkan perbuatan dosa , dan janganlah kamu memberi sesuatu untuk mengharapkan balasan yang lebih banyak, dan bersabarlah untuk memenuhi perintah Tuhanmu “.( QS. Al Muddatsir : 1 – 7 ). Itulah sebabnya kesucian merupakan tanda orang beriman, sebagaimana Rasulullah bersabda : “ Kesucian itu adalah separuh dari iman “ ( Hadis riwayat Ahmad, Muslim, Tirmidzi ).

Kebersihan dan kesucian juga merupakan syarat dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Sebagai contoh, kesucian diri dengan wudhu atau tayamum merupakan syarat untuk melakukan shalat. Rasulullah bersabda “  Allah Taala tidak menerima shalat seseorang yang tidak berwudhu “ ( Hadis riwayat Muslim, Ibnu majah, Abu daud, Nasai ). Malahan pada ayat pertama yang turun berkaitan dengan pembangunan masjid, sewaktu Nabi membangun masjid Quba di Madinah, allah berfirman : “ Sesungguhnya masjid yang didirikan atas asas ketaqwaan pada hari pertama didirikan itu lebih berhak engkau ( Muhamad) untuk engkau berdiri menegakkan shalat di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang yang mencintai kesucian dan Allah sangat mencintai orang-orang yang suci “ ( QS. At Taubah : 108 ).

Kesucian jiwa dengan menahan nafsu merupakan inti ibadah puasa. Ihram dengan pakaian yang putih, dan menjaga pantang larang dalam ihram yang berkaitan dengan hawa nafsu serta perbuatan yang tidak baik. Kesucian diri merupakan kunci diterimanya amal ibadah, dengan hati yang ikhlas ; sebab semua amal ibadah kita lakukan untuk pengabdian kepda Tuhan Dzat Yang Maha Suci. Dalam sebuah hadis dinyatakan : ‘ Allah itu baik, mencintai sesuatu yang baik. Alah itu bersih dan mencintai kebersihan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan kamu seperti orang yahudi “ ( Hadis riwayat Tirmidzi ).

Dari hadis diatas terlihat bahwa kebersihan diri, juga diikuti dengan kebersihan rumah , dan halaman rumah. Malahan membersihkan halaman rumah merupakan budaya masyarakat muslim, berbeda dengan masyarakat yahudi pada zaman nabi dimana mereka  tidak membersihkan halaman rumahnya. Berarti membersihkan halaman rumah merupakan sunnah nabi, sebagaimana sunnah-sunnah nabi yang lain, dan merupakan sunnah dan kebiasaan para sahabat zaman rasululah, sebagaimana dinyatakan oleh hadis diatas. Tetapi Bagaimana dengan halaman rumah masyarakat muslim hari ini ? Dengan hadis ini, maka terlihat sebagian masyarakat muslim di zaman dahulu, akan membersihkan halaman rumahnya setiap pagi, sehingga tidak ada sedikitpun sampah yang terlihat di halaman rumah mereka.

Dalam Al Quran dinyatakan : “ hai orang yang beriman, jika kamu akan mendirkan shalat, maka basuhlah wajah kamu, dan kedua tangan kamu sampai kepada siku, dn basuhlah kepala kamu, dan kaki kamusampai kedua mata kaki, dan jika kamu berada dalam keadaan jinabah, maka hendaklah kamu mensucikan dirimu “ ( QS. Al Maidah : 6 ). Dapat kita bayangkan shalat yang wajib dilakukan lima kali dalam sehari, dan setiap hari juga kita membasuh dan membersihkan tangan, muka, kepala, dan kaki sebanyak lima kali sehari. Ini semua menandakan bahwa Islam agama kebersihan.

Wudhu yang dilakukan setiap kali akan mendirikan shalat, juga akan berdampak kepada kebersihan di akhirat kelak sebagaimana dalam hadis dinyatakan bahwasanya  : “ Apabila seseorang muslim itu mengambil wudhu’, maka akan keluarlah  dosa-dosa  dari pendengarannya, dosa dari penglihatannya, dosa dari kedua tangannya, dan dosa dari kedua kakinya “.

Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, menyatakan bahwa sebaiknya dalam berwudu’ tersebut seseorang membaca doa, agar kesucian lahir dengan membersihkan tangan, kepala,. Kaki, tersebut akan berda mpak kepada kebersihan diri dari segala dosa dan keslahan. Sebelum berwudhu, sebaiknya berdoa : “ A’udzubika min hamazatissyayatin wa a’udzubika rabbi ayyahdurun, Ya Allah, aku berlindung diri daripada ganguan syetan dan aku berlindung kepada Engkau daripada kehadiran syetan “.

Sewaktu membasuh kedua tangan dalam berwudhu’, handaklah kita mebaca doa : “ Allahumma inni as’alukal yumna wal barakah wa a’udzu bika minas syu’mi wal halakah “, Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebahagiaan dan keberkatan, dan aku berlindung kepadaMu daripada kecelakaan dan kebinasaan “.

Sewaktu akan berkumur,kumur, hendaklah kita membaca doa : “ Allahumma a’inni ala tilawatil kitabika wa kasrati zikri laka, Ya  Allah aku mohon pertolonganMu sehingga aku akan selalu dapat membaca kitabMu dan lisanku tetap berzikir mengingatMu “. Sewaktu memasukkan air ke hidung, hendaklah kita membaca doa : “ Allahumma aujidni raihatal Jannah wa anta anni radhin , Ya Allah berikanlah kepadaku aroma wangi dari surga, dan berikanlah ridhaMu kepadaku “. Sewaktu membasuh hidung, hendaklah berdoa : “ Allahumma inni a’udzubika min rawa’ihnnaar wa min su’id dar “, Ya Allah aku berlindung kepadaMu daripada bau api neraka, dan tempat tinggal yang buruk”.

Sewaktu membasuh muka, hendaklah membaca doa : “ Allahumma bayyidh wajhi bi nurika yauma tabyaddu wujuh auliyaika wa la tusawwid wajhi bi dzulumatika yauma taswaddu wujuhi a’daika “, Ya Allah putihkanlah wajahku pada hari wajah para walimu menjadi putih, dan janganlah engkau gelapkan wajahku dengan kegelapan yang Engkau jadikan sebagaimana kegelapan yang terjadi pada wajah-wajah musuh-musuhMu “.

Sewaktu mmbasuh tangan dalam wudhu, kita membaca doa : ‘ Ya Allah, jadikanlah tangan kananku ini nanti yang menerima kitab amalku di hari akhirat kelak, dan hisablah aku dengan hisab yang mudah “ . Sewaktu membasuh tangn kiri, hendaklah berdoa : “ Ya Allah aku meminta jangan sampai tangan kiriku dan belakang badanku ini nanti meneima kitab amalku di akhirat kelak “.

Sewaktu menyapu kepala dalam wudhu, bacalah doa : Ya Allah, tolonglah aku dengan rahmatMu, turunkanlah kepadaku segala keberkatan, dan berilah naungan kepadaku pada hari kiamat kelak di bawah naungan Arsy, yang tidak ada naungan pada hari itu kecuali naunganMu “.

Sewaktu membasuh kaki, hendaklah berdoa ; ‘ Ya Allah, tetapkanlah tapak kakiku nanti di hari akhirat pada shiratal mustaqim, pada hari banyak manusia yangakan tergelincir tapak kakinya pada hari tersebut sehingga terjatuh ke dalam api neraka “. Di akhir wudhu, kita berdoa ; “ Allahumaj’alni minattahawabin, waj alni minal mutatahhirin waj alni min ibadikas salihin”, Ya Allah jadikanlah aku termasuk daripada hambamu yang bertobat, dan jadikanlah hambamu daripada orang yang bersuci, dan jadikanlah hamba diantara orang yang saleh “. Dari penjelasan diatas terlihat bahwa kesucian diri dalam wudhu tersebut dapat berdampak kepada kebersihan diri di akhirat nanti, sebagaimana dinayatakan dalam hadis ; ‘ barangsiapa yang berwudhu dengan wudhu yang baik, dan shalat dua rakaat, dan dia tidak berbicara apaun tentang urusan dunia, maka Allah akan mengampnkan dosa-dosanya seperti anak yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya “ ( Hadis Bukhari ).

Demikianlah Islam sangat menekankan kepada kesucian dan kebersihan, baik kebersihan diri, tempat tinggal, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya, dan melakukan segala bentuk aktivitas untuk menjaga kebersihan itu adalah ibadah sebab kita memperhatikan kebersihan dan kesucian dengan niat melakukan perintah Allah dan mencari ridha Allah, bukan hanya karena peraturan pmerintah, aturan ini dan itu dan lain sebaaginya. Kebersihan adalah gaya hidup muslim, dan merupakan ibadah kepada Allah taala. Mari sama -sama kita menjaga kebersihan diri, keluarga, persekitaran sehinga kita akan hidup sehat dibawah ridha Allah. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

 

  

Buletin

Share This