NO. 1396 Akibat Makanan Haram

today February 16, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Bahkan apa yang kamu kerjakan itu dapat menjadi karat yang melekat di dalam hati “ ( QS. Al Muthaffifin : 11 )

Pada suatu hari rasulullah saw bercerita di depan para sahabat : “ Pada hari kiamat nanti, ada sekelompok orang yang dibawa untuk menjalani penghitungan atas perbuatan mereka. Mereka mempunyai amal kebaikan setinggi gunung Tihamah. Tetapi apabila mereka dipanggil untuk dihisab, Allah memusnahkan semua amal kebaikan mereka, kemudian mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka “. Para sahabat bertanya kepada Rasul : Ya Rasulullah , bagaimanakah mungkin hal itu dapat terjadi seperti demikian ? “. Rasul menjawab : ‘ Mereka mengerjakan salat, berpuasa di bulan ramadhan, membayar zakat dan mengerjakan haji; namun demikian, jika mereka mendapat harta kekayaan dan uang dari sumber yang haram, maka mereka akan menertima uang tersebut tanpa ada keraguan. Karena itu Allah memusnahkan semua amal kebaikan mereka “.

Dari keterangan di atas dapat kita lihat bahwa mendapatkan uang dari sumber yang halal adalah merupakan kunci kebahagiaan hidup. Oleh karena itu kita harus sadar bahwa musuh-musuh Islam, baik itu syetan ataupun orang kafir akan selalu memperdayakan dan menghancurkan keimanan dan keyakinan kita bukan dengan cara terang-terangan tetapi dengan cara membuat kita, umat Islam terperangkap oleh penghasilan yang haram, baik dengan menerima uang sogok, uang kopi, uang pelicin, ataupun dengan memakan uang riba, menggandakan uang , berdagang dngan cara yang tidak halal dan lain sebagainya.

Islam mengajarkan kita untuk mendapatkan kekayaan dengan cara yang wajar seperti berdagang, bertani, bekerja di kantor, bertani, kerja profesional dan lain sebagainya. Tetapi Islam sangat melarang tegas untuk mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak wajar, seperti dengan cara riba, atau dengan cara mengandakan uang sehingga si pemilik uang mendapat keuntungan berlipat ganda tanpa ada usaha sedikitpun. “ wahai orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan cara yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan dan adanya kerelaan di antara kamu “ ( QS. An nisa : 29 ).

Dari ayat di atas, para ulama fiqih mensyaratkan bahwa setiap perniagaan dan perdagangan harus memenuhi ketentuan seperti suci, ada manfaat, barang dagangan sesuatu yang wujud dan diketahui. Oleh karena itu, jika seseorang itu menanam saham dalam suatu perniagaan, maka hendaklah dia mengetahui apakah saham itu diputar di tempat yang halal atau ditempat yang haram Karena Islam melarang tegas setiap perdagangan yang mengandung unsur ketidak-jelasan atau penipuan, walaupun disana terdapat keuntungan yang berlipat ganda. “ Tidak halal seseorang menjual suatu barang, melainkan dia harus menjelaskan ciri-ciri barang dagangannya itu, dan tidak halal seseorang yang mengetahuinya melainkan dia harus menjelaskannya “, demikian sabda nabi menurut riwayat Hakim dan Baihaqi.

Makanan sangat erat hubungannya dengan amal yang saleh, oleh sebab itu Allah berfirman : Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik dan lakukanlah amal shaleh “( QS. Al Mukminun : 51 ) . Dalam ayat ini perintah mencari makanan yang halal lebih dahulu daripada beramal saleh, sebab jika makanan haram tersebut akan berdampak kepada perbuatan yang jahat, dan membuat badan berat untuk melakukan perbuatan yang baik. Dalam ayat lain juga dinyatakan bahwa : “ Bahkan apa yang kamu kerjakan itu dapat menjadi karat yang melekat di dalam hati “ ( QS. Al Muthaffifin : 11 ).

Ulama tafsir menjelaskan bahwa maksud dari perkataan  apa yang kamu kerjakan dalam ayat itu adalah apa yang kamu makan dari benda yang haram “ akan mengakibatkan kerasnya hati. Demikian juga  Rasulullah saw menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang telah berjalan jauh sehingga badan dan pakaiannya penuh debu,dan rambutnya kusut . Orang itu menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa : “ Ya Tuhanku ! Ya Tuhanku! Sedangkan makanan dan minumannya dari barang yang haram dan dia dibesarkan dengan makanan yang haram. Bagaimanakah mungkin doanya diterima..? ( hadis riwayat Muslim ). Dari hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa doa orang tersebut ditolak karena makanan dan minuman yang selalu dimakannya bersumber dari barang yang haram, makanannya selama ini adalah hasil daripada penghasilan yang haram, dari uang yang haram.

Oleh karena itu Suhail , seorang sufi berkata : “ Apabila seseorang itu makan makanan yang haram, maka anggota tubuhnya enggan untuk mengikuti pikirannya “. Dengan kata lain, otak akan memerintahkan tubuh untuk melakukan amal shaleh, tetapi anggota tubuh enggan untuk melakukannya”. Ibnu Mubarak, murid Imam Abu Hanifah berkata : “ Bagiku, memulangkan satu dirham yang sampai ke tanganku dengan cara yang haram baik dalam bentuk hadiah atau lain-lain kepada pemiliknya adalah lebih baik untukku daripada bersedekah sebanyak enam ratus dirham “. Kata-kata Abdullah ibnu Mubarak itu cukuplah memberikan isyarat kepada kita agar selalu berhati-hati terhadap kekayaan yang kita dapat, tetapi sayang, dalam kondisi sekarang ini, nampaknya sangat sedikit manusia yang memperhatikan sumber penghasilan dan harta kekayaan yang diperolehnya.

Anas , seorang sahabat nabi berkata kepada rasul : Ya rasululah, berdoalah agar Allah menjadikan aku dikalangan orang yang makbul doanya “. Rasulullah kemudian bersabda : Wahai Anas, carilah mata pencaharian yang halal dan suci, dengan itu doa kamu akan diterima. Jika seseorang itu makan sebutir makanan yang haram, maka doanya tidak akan diterima selama empat puluh hari “. Dalam hadis yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi menyatakan bahwa  Rasulullah saw telah bersabda : “ Barangsiapa yang memperoleh kekayaan secara haram dan membelanjakannya sebagai sedekah, maka sedekahnya itu tidak akan diterima. Jika dia meninggalkan harta tersebut kepada pewarisnya, maka harta itu akan memandu mereka ke dalam neraka. Maka ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan menghapus kejahatan dengan kejahatan. Dia hanya menghapus kejahatan dengan kebaikan “.

Ibnu Umar telah meriwayatkan bahwa rasulullah saw telah bersabda : “ Dunia ini manis dan subur. Barangsiapa yang memperoleh pemdapatan halal dan membelanjakannya dengan tujuan yang soleh, maka ia akan dibalas oleh Allah dan dimasukkan ke dalam surga. Barangsiapa yang memperoleh pendapatan melalui sumber yang haram dan membelanjakannya di jalan maksiat, maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka dengan penuh kehinaan. Banyak manusia lantaran memenuhi keinginan hawanafsu , mereka mencari kehidupan dengan jalan dan cara yang haram. Pada hari kiamat nanti,  api neraka akan menanti kedatangan mereka “.( Hadis riwayat Muslim), Dalam hadis lain disebutkan juga bahwa: “ Tiap-tiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram, maka api neraka lebih baik untuknya  ( Riwayat Tirmidzi ).

Begitu hebatnya pengaruh makanan dan harta yang bersumber dari  yang haram sehingga Yusuf bin Asabat berkata : "“Apabila seseorang pemuda telah menjadi orang yang alim dan senantiasa melakukan ibadah , maka syetan berkata kepada pembantu-pembantunya : Selidikilah darimana makanan orang itu berasal “. Apabila mereka mendapatkan bahwa makanannya orang yang rajin beribadah itu bersumber dari harta yang haram, syetan akan berkata ; “ Tinggalkanlah dia sendirian, biarkan dia capek menjalankan ibadah dan janganlah kamu membuang tenaga untuk mengganggunya. Janganlah kalian bimbang mengenai dirinya, karena dia itu telah memakan barang yang haram, oleh karena itu ibadahnya itu tidak akan memberi manfaat apa-apa kepadanya “. Imam Ahmad bin Hanbal juga telah meriwayatkan sebuah hadis dalam musnadnya : “ Apabila seseorang membeli pakaian berharga sepuluh dirham dimana satu dirham dari sumber yang haram, maka tiada satupun shalatnya akan diterima selagi pakaian itu melekat di tubuhnya “. Abdullah bin Abbad juga telah berkata : “ Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang makan benda yang haram sehingga dia bertaubat dari hal yang demikian “.

 Pada saat sekarang ini masyarakat sudah tidak peduli lagi, apakah makanan ini halal atau haram, apakah pekerjaan ini halal atau haram. Lihat saja pada hari ini, terjadinya wabah virus corona disebakan oleh adanya sebagian kelompok masyarakat memakan kelelawar, dan binatang yang telah dilarang. Akibat yang terjadi masyarakat resah dengan tersebarnya virus penyakit tersebut. Sudah sepatutnya setiap orang berfikir bahwa setiap perbuatan yang haram, makanan yang haram akan mengakibatkan sesuatu yang membahayakan dalam masyarakat, apalagi  di akhirat nanti pasti akan ditanya : Dari sumber mana uang yang terima  dan bagaimanakah uang itu kamu pakai ? Seharusnya Kita harus sadar, jika uang atau makanan  yang berasal  dari sumber yang haram, maka akibatnya bukan hanya kepada diri kita sendiri tetapi juga akan berakibat kepada keluarga, masyarakat dunia. Semoga dengan virus korona ini kita sadar bahwa setiap dosa dan kejahatan itu akan mengakibatkan bencana dunia dan akhirat. Fa’tabiruu Ya Ulil albab.

 

Buletin

Share This