No. 1392 Petunjuk Hidup Dari surah Al Fajr

today January 21, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Demi waktu Fajar dan malam-malam yang sepuluh “ ( QS. Al Fajr : 1-2 )

“ Demi waktu Fajr dan malam-malam yang sepuluh “ ( QS. Al Fajr : 1-5 ).  Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan waktu fajar dan malam-malan yang sepuluh. Jika Allah bersumpah dengan sesuatu, itu menandakan pentingnya sesuatu tersebut dimana manusia harus memperhatikan dengan serius dan sungguh-sungguh. Dalam ayat “ Demi waktu Fajar dan malam-malam yang sepuluh “, seakan-akan Allah menyatakan kepada manusia : “ Hai manusia, apakah kamu telah memperhatikan waktu fajar yang Aku ciptakan sejak hari yang pertama, sampai malam hari yang kesepuluh ?

Apakah yang telah kamu perbuat dalam hidupmu sejak waktu fajar di hari pertama sampai waktu malam di hari yang kesepuluh ?.

Sudahkah engkau mempergunakan waktu yang telah Aku jadikan dalam hidupmu dari waktu fajar tanggal satu dari setiap bulan, sampai malam hari di tanggal sepuluh?

Jika engkau dapat memakai waktu yang Aku jadikan dari tanggal 1 sampai tanggal 10 dari pagi sampai malam, sehingga larut malam, dengan perbuatan positip maka engkau akan menjadi manusia yang berhasil dan sukses dalam kehidupan dunia. Ini adalah sunatullah dalam kehidupan, sebab kesuksesan seseorang manusia itu tergantung bagaimana dia mempergunakan waktu dari waktu fajar sampai malam hari, dari hari pertama sampai hari yang keepuluh, secara berulang-ulang dan terus menerus.

Satu bulan terdiri dari 30 hari, atau 31 hari, dan tanggal 20 sampai 21 dalah pengulangan dari seuluh hari. Demikian juga tanggal 20 sampai  tanggal 30 juga pengulangan dari bilangan satu sampai sepuluh, demikian selanjutnya sepanjang tahun. Siapa saja yang dapat mempergunakan waktunya dari fajar di pagi hari sampai malam tangal ke sebelas, maka seseorang itu akan berhasil dalam mencari kenikmatan dunia, baik itu kekayaan, ilmu dan teknologi dan kekuasaan, baik itu maslim dan kafir. Ini merupakan sunatullah. Oleh sebab itu dapat kita perhatikan bangsa apa saja jika memperhatikan waktu dengan kerja keras, kesungguhan maka mereka kan menjadi bangsa yang sukses di dunia, setiap hari, baik itu tanggal yang ganjil, maupun tanggal yang genap. Itulah sebabnya setelah ayat “ demi aktu fajar dan malam-malam yang sepuluh “ dilanjutkan dengan sumpah “ Demi bilangan genap dan ganjil “ ( QS. Al Fajr : 3)

Mengapa Allah bersumpah dengan ganjil dan genap ?

Agar manusia memperhatikan kesalahan yang terjadi atas adanya anggapan manusia yang terjadi pada bilangan ganjil dan genap, dimana ada sebagian manusia menghubungkan genap dan ganjil dengan kesuksesan dan kegagalan. Anggapan tersebut adalah salah, sebab baik  tanggal yang ganjil dan tanggal genap itu keduanya itu adalah ciptaan Allah, dan keduanya Allah jadikan untuk kegunaan hidup manusia. TIdak ada  tanggal ganjil yang akan berakibat kegagalan atau mengakibatkan musibah sebagaimana anggapan setengah masyarakat dengan angka tiga belas, dan juga tidak ada angka keramat, angka yang menguntungkan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat terhadap angka delapan sebagai angka yang memberikan keuntungan. Kebaikan dan keburukan bukan tergantung dengan angka gan jil dan genap, tetapi semuanya itu tergantung takdir dan ketentuan Tuhan setelah meperhatikan proses sebab dan akibat dalam ikhtiar manusia.

Semua angka, baik angka genap maupun angka ganjil merupakan angka yang diciptakan oleh Allah, dan angka tersebut jika dipakai dengan baik akan menghasilkan kebaikan dan jika dipakai dengan buruk akan menjadikan kegagalan, berarti kesusksesan dan kegagalan disebabkan perbuatan mansuia itu sendiri, bukan disebabkan oleh ganjil atau genapnya suatu tanggal dan bilangan.

Setelah itu, Allah bersumpah dengan “ Demi malam yang telah berlalu “ ( S. Al Fajr : 4 ) Dalam ayat ini Allah menyuruh manusia juga berpikir bahwa banyak orang yang terlena dengan hiburan di tengah malam sampai dini hari, dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, malah kadang dengan kegiatan yang terlarang, padahal keadaan tengah malam itu merupakan waktu yang paling berharga bagi manusia untuk bermunajat kepada Tuhan, untuk melakukan sesuatu yang baik, seperti belajar, menulis buku, atau bertafakur dan lain sebaginya, malahan banyak orang yang sukses adalah orang yang dapat mempergunakan waktu tengah malamnya dengan sesuatu yang bermanfaat. Dari keterangan di atas kita dapat katakan bahwa siapa saja yang dapat mempergunakan waktu dari fajar di pagi hari sampai malam dengan kegiatan positip, maka dia akan berhasil dalam kehidupan, sedang siapa yan terlena sehingga tidak dapat memeprgunakan waktunya dengan baik, maka mereka akan mendapat kegagalan. Itulah sebabnya Allah berfirman : “ Apakah pada hal yang demikian terdapat sumpah bagi orang yang berakal ?“ ( QS. Al Fajr : 5 )

Sebagai contoh masyarakat yang telah memakai  waktu  sehingga mendapat kejayaan di dunia adalah kaum Ad, kaum Tsamud dan Firaun. Kaum “Ad yang tinggal di kota Iram adalah kaum yang sangat kaya dan memiliki harta yang melimpah, dimana mereka dapat membangun rumah kediaman mereka dengan bangunan yang memiliki tiang-tiang yang tinggi. Dalam kitab “AlBidayah wan Nihayah “ Ibnu Katsir dinyatakan bahwa ada pendapat yang mengatakan bahwa kota Iram itu adalah kota yang dibangun dari emas dan parak ( Bidayah wan Nihayah jilid 1, hal. 125) Oleh sebab itu al Quran menyatakan baha kota itu “ kota yang tidak pernah ada tandingannya di muka bumi “. Suatu masyarakat yang dapat membuat rumah dan bangunan yang tinggi-tingi dari bahan emas dan perak, adalah lambang kekayaan suatu masyarakat.  Pada tahun 1992 arkeolog Nicholas Clapp melakukan pemantauan di selatan gurun Arabia dengan Sistem Satelite Imaging Radar dengan memakai pesaat ulang alik Challenger, dibantu dengan pemantauan Satelite Perancis yang menggunakan Sistem penginderaan optic, maka mereka mendapatkan bahwa dibawah gurun pasir dalam kedalaman 183 meter terdapat bangunan segi delapan dengan dinding bangunan yang tinggi mencapai Sembilan meter. Mungkin, Inilah yang dimaksud dengan ayat “ Iram yang memiliki bangunan yang tinggi-tinggi laksana tiang-tiang “ ( Tafsir al Misbah, jilid 15, hal.248)

Demikian juga dengan kaum Tsamud, kaum yang telah mempergunakan waktunya dengan ilmu sehingga memiliki teknologi yang canggih, dapat memahat gunung batu menjadi kota. “ Dan kaum Tsamud yang dapat memahat gunung-gunung  batu “. Ditambah lagi dengan Firaun, penguasa yang bergitu kuat dan memiliki bala tentera yang banyak dan kuat sehingga dapat membangun pyramid sebagai bukti  kehebatan tamadun masa lalu. Kekayaan yang begitu hebat dapat dimiliki oleh kaum Ad, teknologi yang cangih dimiliki kaum Tsamud, dan kekuasaan dengggan tentara yang kuat dimiliki oleh Firaun, sehingga ketiga bangsa tersebut memiiki peradaban yang begitu tinggi, tetapi lihat apa yang terjadi dengan mereka itu semua “ Bagaimana Allah berbuat terhadap kaum Ad yang memiliki bangunan yang tinggi yang belum pernah ada seperti mereka di muka bumi, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu yang besar, dan Firaun yang memiliki ba;a tentara yang kuat dimana mereka semua itu telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi sehingga mereka lebih banyak berbuat kerusakan di dalamnya,karena itu Tuhanmu telah memberikan cemeti azab kepada mereka , sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Mengawasi “. ( QS. Al Fajr : 9-14 ).

Kaum Ad, kaum Tsamud dan Firaun telah diberi nikmat yang begitu hebat dengan kekayaan, teknologi dan kekuasaan, mereka telah mempergunakan waktu mereka dari  fajar sampai malam hari untuk mencari kenikmatan dunia, tetapi mereka mempergunakan nikmat kekayaan, teknologi dan kekuasaan itu dengan sewenang-sewenang, bukan dengan petunjuk Tuhan yang telah disampaikan oleh rasul yang dikirim kepada mereka. Allah mengirim Nabi Hud kepada kaum ‘Ad, demikian juga Nabi Saleh kepada kaum Tsamud, dan nabi Musa kepada Firaun, tetapi mereka semua tidak beriman dan mengikuti petunjuk para rasul tersebut, malahan mereka berbuat sewenang=wenang dengan kenikmatan yang ada, sehingga akibatnya mereka lebih banyak membuat kerusakan di muka bumi, padahal seharusnya  mereka mengikuti petunjuk Allah yang disampaikan oleh para rasul tersebut,sehingga  nikmat tersebut dapat dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia, dan kebahagiaan bagi mereka di akhirat nanti.

 Akibat kekufuran mereka, dan tidak mengikuti petunjuk Allah, sedangkan Allah setiap saat mengawasi mereka dalam memakai nikmat tersebut, dan Allah telah memberikan peringatan bahwa jika mereka mengingkari petunjuk yang disampaikan oleh Rasul, Allah akan mendatangkan azabnya ke atas mereka. “ Adapun kaum Ad, mereka telah dibinasakan denan angin yang sangat kencang berhembus selama tujuh hari delapan malam  maka engkau akan menyaksikan mereka bergelimpangan mati, seolah-oleh mereka batang kurma kering yang tumbang “ ( QS. Al Haqqah : 6-7).

Sedangkan azab kepada kaum Tsamud “ Sesunggunya Kami hantarkan kepada mereka pekikan suara yang sangat keras, sehingga hancurlah mereka seperti ranting dan daun  yang hancur “ ( QS. al Qamar : 31 ), dan Firaun dan bala tenteranya ditenggelamkan di laut, sebagai azab lepada mereka, akibat kekufuran mereka kepada Allah subhana wataala. Semoga kita dapat memakai nikmat waktu dari fajar sampai malam  dengan baik, sehingga kita mendapat kenikmatan kekayaan, teknologi dan kekuasaan. Dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan petunjuk Allah. Fatabiruu Ya Ulil albab.

 

Buletin

Share This