No. 1391 Akibat Penyimpangan Seksual

today January 11, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

Tidaklah wanita itu bermesraan dengan  wanita melainkan mereka telah berzina, dan tidaklah lelaki bermesraan dengan lelaki melainkan mereka juga  berzina.” ( hadis riayat Thabrani ).

Pada awal tahun ini, masyarakat dunia dikejutkan dengan peristiwa hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Inggeris kepada seorang pelajar Indonesia Reynhard yang dijatuhi hukuman akibat perkosaan sesama jenis yang dilakukanya terhadap 190 lelaki, sehingga pengadilan menjatuhkan hukuman terberat sepanjang sejarah pengadilan di Inggris. Seharusnya persoalan ini menjadi perhatian kita semua, baik atas penyimpangan orientasi seksual yang terjadi, pada kejahatan yang dilakukannya, pada pola asuh, lingkungan yang ada disampingnya, dan akibat itu semua muncul sikap tidak merasa bersalah terhadap apayang dilakukannya, sehingga menyadarkan masyarakat internasional atas akibat dari pembiaran perilaku dan sikap penyimpangan seksual lesbian, gay, biseksual, dan transeksual ( LGBT ) dengan alasan kebebasan dan hak asasi manusia.

Aliansi intra Keluarga Indonesia ( AILA ) dalam rilis terkait kasus ini menyatakan bahwa seseorang yang terjerumus pada perilaku seks bebas dan penyimpangan seksual LGBT pada banyak kasus yang ditemui, dapat memiliki kecenderungan menjadi predator seksual. Karena mereka telah kehilangan rasionalitas dan kesadaran koral yang memandu manusia untuk membedakan antara banar dan salah. Sepatutnya kejadian ini untuk menunjukkan adanya fenomena gunung es kurang serius masyarakat menangani kejahatan kesusilaan dalam membendung propaganda kebebasan seksual dan penyimpangan seksual LGBT. Pada saat ini kita melihat bahwa sikap masyarakat pada LGBT  yang awalnya dianggap sebagai penyakit dan kelainan jiwa telah menjadi suatu yang kodrati, malahan sekarang telah menjadi tren. Hal ini terbukti dengan meningkatnya penerimaan masyarakat atas penyimpangan seksual tersebut. NAudzubillah. 

Sepatutnya masyarakat sadar bahwa penyimpangan seksual tersebut bukan hanya melanggar ajaran agama, dan mendatangkan azab Tuhan sebagaimana yang terjadi pada kaum nabi Luth terdahulu, tetapi juga akan mengakibatkan kejahatan yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia sebagaimana yang dimunculkan dalam kasus pelajar Indonesia tersebut diatas, dimana si pemerkosa sama sekali tidak menunjukkan sikap bersalah dan menyesal atas tindakan yang dilakukannya alaupun telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Disini terlihat bahwa kelainan seksual tersebut telah merusak rasionalitas berpikir seseorang. Hal ini memang telah dibuktikan oleh para psikiater dimana kecenderungan seksual yang kuat seperti menonton filem porno, akan mengakibatnya otak depan yang merupakan pusat kontrol diri, dan otak dimana proses berpikir berada.

Ahli Bedah Otakd dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak. Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang dihasilkan sangat dahsyat! Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) mampu merusak lima bagian otak. Bagian otak yang paling dirusak adalah ” pre frontal cortex “ yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan. Kehilangan otak untuk proses berpikir yang benar, dan hawa nafsu yang tidak terkendalikan inilah yang membuat Reynhard merasa tidak bersalah dan tidak menunjukkan suatu penyesalan terhadap sikap yang dilakukan.

Dalam sejarah hitam kemanusiaan, terdapat kisah kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan keji dengan melakukan perbuatan seksual dengan sesama jenis kelamin, sehingga perbuatan mereka tersebut mendapat azab dari Tuhan pencipta alam semesta, dan negeri mereka dihancurkan Tuhan dengan hujan batu dan kemudian negeri tersebut diangkat Tuhan ke langit dan dihujamkan kembali ke bumi, sehingga sekarang negeri tersebut yang telah diazab tersebut menjadi danau yang dinamakan laut mati, di kawasan negeri Jordania. Tempat itu dikekalkan Allah sampai hari ini, agar manusia dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

Tetapi sebagian manusia liberal yang berpikiran bebas berkata : “ Jika memang perbuatan seks sesama jenis itu dilarang Tuhan, dan diharamkan agama, mengapa Tuhan tidak menurunkan azabNya kepada orang yang melakukannya pada saat ini ?”. Sebenarnya bagi Tuhan sangat mudah  untuk menghancurkan dan membinasakan kelompok elgebete tersebut, tetapi Tuhan masih memberi kesempatan kepada mereka untuk kembali dan bertobat kepada Allah. Dalam al Quran dinyatakan : “ Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Q.s. Ali Imran: 178). Jika Tuhan tidak menurunkan azab kaum yang melakukan perbuatan keji tersebut pada saat ini, tidak dapat menjadi alasan untuk mengatakan bahwa perbuatan itu boleh dilakukan, sebagaimana perbuatan kekafiran dan kemusyrikan yang ada sekarang dimuka bumi. Tetapi penangguhan azab tersebut sebenarnya untuk memberikan kesempatan kepada manusia untuk segera kembali kepada jalan yang benar, sebelum kematian atau kiamat akan datang menjumpainya.

Kelompok liberal dan pendukung seks sejenis juga mengatakan bahwa diazabnya kaum nabi Luth itu bukan karena mereka melakukan homoseksual tetapi karena mereka menganggu malaikat yang datang ke rumah nabi Luth. Hal in merupakan pernyataan yang aneh dan lucu, bagaimana mereka dapat menafsirkan penyebab azab itu dikarenakan mereka menganggu tamu di rumah nabi Luth, padahal Tuhan yang menurunkan azab sendiri telah menyatakan bahwa mereka itu diazab disebakan perbuatan seks sejenis yang mereka lakukan. Dalam al Quran dinyatakan : “ Mengapa kamu mendatangi dengan lelaki diantara manusia dan meninggalkan isteri-isteri yang dijadikan  Allah untuk kamu, bahkan kamu termasuk kaum yang telah melampui batas “ ( QS.As-Syuara : 166-188). Ayat ini jelas menyatakan bahwa kaum nabi Luth yang berdiam di kampung Sadom itu melakukan perbuatan seks sesama jenis, dan oleh sebab itulah mereka diazab Tuhan. Dalam ayat lan juga ditegaskan : “  Dan Kami juga telah mengutus Luth kepada kaumnya. Ingatlah tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji ( faahisyah), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum ini?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu kepada mereka, bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. ( QS. Al A’raf : 81).

Demikian juga dalam ayat yang lain “Dan ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".  Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar". Maka  Luth berdo’a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku [dengan menimpakan azab] atas kaum yang berbuat kerusakan itu". (QS.Al-Ankabut : 28-30). Dalam ayat-ayat di surah al Ankabut ini dapat kita lihat bahwa kaum nabi Luth yang meminta agar diturunkan azab kepada mereka akibat perbuatan keji mereka, barulah Nabi luth berdoa kepada Allah agar mengabulkan doa kaumnya tersebut. Dengan demikian, maka pernyataan kelompok liberal bahwa azab itu bukan karena perbuatan seks sesama jenis itu telah dibantah oleh ayat-ayat al Quran sendiri.

Ada lagi pendapat kaum liberal yang mengatakan bahwasanya perkara yang dilarang dalam Islam itu adalah praktik sodomi, bukan homoseksual. “ Homoseksual adalah orientasi seksual kepada sejenis,sementara liwath ( sodomi ) adalah perilaku seksual yang diarahkan kepada dubur “, kata mereka dari kelompok liberal. Ini merupakan penafsiran yang salah terhadap ayat,  sebab  dalam al Quran  menyatakan bahwa perbuatan keji yang dilakukan oleh kaum Luth adalah  “ mendatangi lelaki dengan syahwat “, dan kalimat tersebut bersifat umum, dan tidak dapat dikhususkan kepada perbuatan sodomi, tetapi segala kegiatan yang mengarah kepada perbuatan keji kepada sesama jenis, baik dengan perbutan jenis sodomi atau apapun juga. Kaum nabi Luth akhirnya terkena azab sebagaimana dinyatakan dalam al Quran : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [QS. Hud : 82-83]. Pada saat ini memang kita lihat tidak ada azab yang diturunkan seperti azab kaum nabi Luth, tetapi azab kemanusiaan berupa kejahatan criminal yang dilakukan oleh pelaku penyimpangan seksual seperti yang dibuktikan oleh Reyhand tersebut sebenarnya merupakan azab yang mengganggu kenyamanan dan ketenangan hidup masyarakat. Kita memberikan kebebasan kepada mereka untuk melakukan penyimpangan seksual dengan alasan kebebasan sehingga kebebasan masyarakat akan terganggu dengan kejahatan yang mereka lakukan. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

 

Buletin

Share This