No.1389 MUSLIM UIGHUR

today December 21, 2019 account_circle Arifin Ismail

MUSLIM UIGHUR

“ Dan mereka tidak menyiksa orang mukmin melainkan karena mereka itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji  ( QS. al Buruj : 8 )

 

Uighur” secara harfiah artinya  “bersatu” atau “sekutu” tetapi yang dimaksud dengan Uighur  adalah suatu bangsa yang tinggal di daerah Asia Tengah yang berbahasa Turki. Penduduknya mayoritas beragama Islam. Pada saat ini M\mereka tinggal di wilayah Xinjiang,   yang dulunya daerah tersebut bernama daerah Turkistan Timur dibaah kekuasaan Kekhalifahan Islam Turki, dan setelah kejatuhan kekhalfahan maka daerah itu berada dibaah kekuasaan  China sampai sekarang.

Bangsa Uyghur memiliki sejarah lebih dari 4.000 tahun. Sepanjang itu, mereka telah mengembangkan kebudayan uniknya, sistem masyarakat, dan banyak menyumbang dalam peradaban dunia. Di awal abad ke-20, melalui ekspedisi keilmuan dan arkelogis di wilayah Jalur Sutra, di Uyghuristan ditemukan peninggalan kuno bangsa Uyghur berupa candi-candi, reruntuhan biara, lukisan dinding, dan barang-barang lainnya, juga buku dan dokumen.

Bangsa Uyghur juga dikenal ahli pengobatan. Zaman Dinasti Sung (906-960), seorang ahli obat-obatan Uyghur bernama Nanto mengembara ke Cina. Ia membawa berbagai jenis obat yang saat itu belum dikenal di Cina. Bangsa ini pada masa itu itu telah mengenal 103 tumbuan obat — dicatat dalam buku obat-obatan Cina oleh Shi-zhen Li (1518-1593). Bahkan sebagian ahli barat percaya akupuntur bukan asli milik orang Cina, tapi awalnya dikembangkan Uyghur.

Orang Uyghur juga telah mengenal pertanian semi-intensif sejak 200 SM. Pada abat ke-7 pertanian mereka semakin berkembang dengan menaman jagung, gandum, kentang, kacang tanah, anggut, melon dan kapas. Mereka juga telah mengembangkan sistem irigasi (kariz) untuk mengalirkan air dari sumber yang jauh dari lahan pertanian. Satu sistem irigasi kuno ini masih bisa dilihat di kota Turfan. Boleh dikatakan, kebudayaan Uyghur mendominasi Asia Tengah sepanjang 1.000 tahun sebelum bangsa ini ditaklukan penguasa Manchu yang memerintah di Cina.

Wilayah Autonomi Uighur Xinjiang terletak di Barat Laut China dengan keluasan 1.6 juta kilometer persegi. Pada saat ini di kaasan Di Xinjiang tersebut terdapat berbagai etnis misalnya; Uighur, Kazak, Khalkha, Uzbek, Tajik, dan Tatar. Jumlah penduduk Uighur berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2003 mencapa 8,5 juta jiwa. Populasi Uighur pada 2017 adalah sekitar 7,2 juta, pada tahun 2018 sekitar 12 juta.  Sembilan puluh sembilan di antara mereka tinggal di wilayah Xinjiang. Sedangkan sisanya, terpencar-pencar di Kazakhistan, Mongolia, Turki, Afghanistan, Pakistan, Jerman, indonesia, Australia, Taiwan dan Saudi Arabia. Bahasa yang digunakan oleh penduduk Uighur adalah bahasa Uighur yang merupakan turunan dari bahasa Turki. Mereka menggunakan huruf Arab dalam penulisan bahasanya.

Hanya 20 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam tiba di Uighur, Xinjiang. Kaisar Tang, Cina, menawarkan perdamaian, ditandai dengan diterimanya utusan, sahabat Nabi Saad bin Abi Waqqash radhiyallaahu ‘anhu di pusat kerajaan Cina. Uighur bergabung dalam Daulah Islam di masa Utsman bin Affan radhiyallaahu ‘anhu, dari Uighur inilah teknologi kertas pindah dari Cina ke negeri muslim, sehingga di mulailah penyusunan mushaf AlQuran Utsmani. Selama 1.400 tahun Uighur tetap menjadi negeri muslim, walaupun pernah Uighur dikuasai Mongol di abad 13 Masehi, bahkan di era imperialis Eropa yang menjajah Cina,

Pada awalnya, penduduk Uighur memeluk beberapa agama seperti, Budha, Kristen (Nestorian) dan Zoroaster hingga   kemudian mereka masuk ke agama Islam. Pada saat ini,  mayoritas mereka adalah masyarakat muslim  Sunni dan bermadhzab Hanafi dalam ibadah, disamping ada sebagia yang mengikuti aliran Syi’ah Isma’iliyah

Masjid-masjid yang megah karya bangsa Uyghur contohnya Azna (dibangun abad ke-12), Idgah (abad ke-15) dan Appak Khoja (abad ke-18). Pada masa kejayaan itu di Kashgar saja telah ada 18 madrasah besar dengan lebih 2.000 siswa baru yang masuk pertahunnya. Selain agama, di madrasah-madrasah inilah anak Uyghur belajar membaca, menulis, logika, aritmatik, geometri, etik, astronomy, tibb (pengobatan), pertanian. Pada abad ke-15 di kota ini telah ada perpustakaan dengan koleksi 200 ratus ribu buku.n kecil  .

Setelah abad ke-14 Islam menyebar ke utara Xinjiang, dan pada abad ke-16, seluruh daerah tersebut menjadi Islam. Masjid Eidkah di Kashgar, Tempat Ziarah dariAfaq Khwadja, makam Raja Uighur di Hami dan Menara Emin di Turufan semuanya merupakan konstruksi Islam yang berasal dan periode awal. Muslim Uighur sempat mendirikan Negara Turkistan Timur  yang berkuasa sampai sepuluh abad sebelum mereka diserang oleh China pada tahun 1759 dilanjutkan lagi pada tahun 1876 sebelum akhirnya takluk total pada tahun 1950 sehingga  kawasan tersebut jatuh ke tangan negara  komunis - atheis. Masyarakat Muslim Uighur  bekerja di ladang pertanian, smereka angat berpengalaman dalam berkebun dan menanam kapas. Mereka juga mahir menenun karpet, topi Uighur dan membuat pisau. Masyarakat Uighur juga bekerja dalam bidang perdagangan, dan memiliki kota perniagaan  seperti Kashgar yang merupakan salah satu  hub ekonomi yang utama di sepanjang Jalur Sutra yang terkenal.

Permasalahan di Xinjiang sangat berkait rapat dengan perkembangan yang berlaku di Asia Tengah dan Kaukasus. Sejak keruntuhan Kesatuan Soviet pada tahun 1991, muncul lima buah negara republik yang majoriti penduduknya beragama Islam di Asia Tengah iaitu Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgistan dan Kazakhstan. Kelima-lima buah negara ini mempunyai kaitan secara geografi dan demografi, serta terletak berhampiran dengan Xinjiang. Hal ini membuat­kan  China berasa amat bimbang dengan potensi kebangkitan di Xinjiang.  Bagi china . kawasan Xinjiang merupakan salah satu wilayah modal dan strategis bagi China dalam dengan dekatnya  dengan Tibet, Mongolia Dalam dan Manchuria, disamping  berdekatan dengan  negara Kazakhstan, Tajikistan, Pakistab, Rusia, India, Kyrgyzstan dan Afghanistan.

Terlebih lagi kawasan Xinjiang merupakan mempunyai kawasan yang kaya dengan  sumber daya alam seperti batubara, minak dan gas a dan minyak disamping  sumber alam yang lain seperti emas, perak Oleh sebab itu sejak berada di bawah kekuasaan komunis, China mendatangkan suku eknik Han ke dalam wilayah tersebut, sehingga mengurangi dominasi masyarakat Uighur.

Setelah peristiwa 11 September 2001, penguasa Tiongkok mengintensifkan pengawasan terhadap orang Uighur dan membuat beberapa kebijakan seperti tidak dibenarkan menyimpan Al-quran atau membacanya. Jika ditangkap akan dimasukkan ke dalam penjara selama 10 hingga 15 tahun.  Kaum Uighur juga tidak dibenarkan membela janggut bagi kaum lelaki, dan memakai pakaian yang menutup aurat dengan sempurna bagi wanita. Pada bulan Puasa, setiap pelajar dan guru tidak dibenarkan untuk berpuasa. Kerajaan China akan pastikan setiap orang makan ketika waktu rehat.  Kaum Uighur juga mengalami kesukaran untuk mendapatkan passport untuk keluar negara.  Kaum Uighur dinafikan hak untuk belajar dan menyambung pelajaran ke peringkat Universiti. Mereka mempunyai kuota di perguruan tinggi.

Masjid ditutup dan dibuka pada waktu tertentu, perempuan tidak dibenarkan solat di masjid. Kaum Uighur dilayan seperti orang luar, layanan diterima sangat buruk. Nama anak muslim tidak boleh ada unsur nama islam seperti Hassan,Abdullah dll kerana nama spt itu tak dibenarkan untuk pendaftaran di sekolah. Lebih memilukan dari itu, menuruat rilis PBB, China bahkan telah memenjarakan tak kurang dari satu juta penduduk Uighur di penjara rahasia.. Pemerintah China juga menaruh rasa curiga pada Uighur. Mereka dianggap ingin melepaskan diri dari RRC. Muncul diskriminasi tambahan Human Rights Watch mengatakan lebih dari 10 juta warga Uighur dipersulit untuk membuat paspor.

Pemegang kekuasan China akhirnya memberlakukan Kamp Konsentrasi bagi masyarakat Uighur. Hal ini diungkap oleh seorang wanita etnis Kazakh bernama Sayragul Sauytbay yang berhasil memberikan kesaksian mengenai kisah horor dan kekejaman yang mengerikan di kamp konsentrasi China di Xinjiang, tempat jutaan etnis Uighur dan etnis lainnya ditangkap dan ditahan.

Menurut hasil wawancara kepada Bussiness Insider, Sauytbay menyaksikan sendiri bagaimana kekejaman demi kekejaman yang diderita Muslim Uighur dan tahanan lainnya. Para tahanan yang tidak mengikuti aturan akan dihukum, termasuk yang tidak paham bahasa China atau menyanyikan lagu-lagu juga dihukum. Para tahanan wanita juga dipaksa melakukan aborsi, ironisnya kehamilan mereka disebabkan oleh pemerkosaan biadab yang dilakukan para penjaga tahanan. Tak sedikit pula wanita yang diperkosa dan mengalami kehamilan secara berulang sehingga diaborsi paksa berulang kali pula.

Sebagaimana sejarah era perang dunia II, Kamp Konsentrasi merupakan pusat kekejaman yang sengaja dibuat untuk membantai dan melakukan banyak kebejatan moral. Sementara, pemerintah China berdalih dengan mengatakan kepada media bahwa laporan kekejaman itu tidak benar. Menurut China, kamp penjara adalah pusat pendidikan dan kejuruan untuk membantu negara melawan terorisme. China juga berdalih telah membebaskan mayoritas muslim Uighur dari Kamp Konsentrasi itu, Melihat kondisi Uighur yang sedemikian memprihatinkan di bahwah tekanan kekejaman kekuasan  China terhadap bangsa Uighur, maka sudah sepantasnya sebagai muslim atas nama agama, bahkan seluruh manusia atas kemanusiaan untuk turut menyuarakan kebebasan bangsa Uighur dalam menjalankan agama sesua dengan agama yang diyakininya. Mari kita berupaya apa yang dapat kita lakukan untuk saudara kita di Uighur. Fa;tabiru Ya Ulil albab.

Buletin

Share This