No. 1385 Memelihara Kemuliaan Rasulullah

today November 21, 2019 account_circle Arifin Ismail

 

“Dan orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. ( QS. at Taubah : 61)

Pernah ada satu peristiwa tejadi pada zaman pemerintahan Sultan Nuruddin Mahmud al Zinki, apabila  dua orang nasrani  ingin mencuri jasad Rasulullah sallahu alaihi wa sallam dari kuburan beliau, sebab mereka mengetahui bahwa  jasad Rasulullah tersebut tidak hancur dimakan tanah, sehingga Sultan Mahmud al-Zinki tiga kali mimpi berjumpa dengan Rasulullah saw yang berkata kepadanya  : Wahai Mahmud,  selamatkanlah aku daripada kedua dua orang ini yang akan  melakukan kejahatan kepadaku.” Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki seorang yang alim, memiliki ilmu agama dan banyak membaca tafsir dan  hadis-hadis Rasulullah  dan dia  mengetahui ada hadis yang berbunyi:“Sesiapa yang bermimpi bertemu aku di dalam tidur, maka dia betul-betul berjumpaku (di dalam mimpi). Sesungguhnya syaitan tidak boleh menyerupaiku.” (Riwayat al-Bukhari 6993)

Sultan Mahmud Zinki berdoa dan  melakukan shalat tahajjud meminta kepada Allah agar mengerti akan tujuan dan  maksud dari mimpi tersebut, kemudian dia memanggil menterinya yang saleh (ada riwayat mengatakan bahwa menteri itu bernama   Jamal al-Din al-Asfahani, atau al-Muwaffaq al-Qaisarani) dan memberitahukan  mimpi yang diterimanya dan telah berlaku sebanyak tiga kali.  Menteri mengusulkan agar Sultan segera   mempersiapkan  pasukan berkuda secepat mungkin pada malam itu juga dan berangkat  ke Madinah.  Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki bersama bala tenteranya menuju ke Madinah dengan memacu kuda secepat mungkin. Setelah tiba di Madinah, dia tidak memberitahukan kedatangannya kepada gabernur Madinah. Tetapi beliau terus duduk di Raudhah yaitu tempat antara kubur dan mimbar Rasulullah saw.

Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki duduk beriktikaf sambil berpikir dan meminta petunjuk Allah apa yang akan dilakukan . Setelah beliau berdialog dengan menterinya ada diantara  menterinya memberi pandangan supaya memanggil gubernur Madinah dan mengarahkan beliau membuat pengumunan bahwa Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki telah datang ke Madinah dan sultan akan memberi hadiah (sedekah) kepada penduduk Madinah. Maka, semua penduduk Madinah datang dan dicatat nama mereka masing-masing. Kedatangan semua penduduk Madinah tersebut diperhatikan satu persatu olehnya dan baginda mendapati tidak ada satu pun orang yang menyerupai orang yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw di dalam mimpi tersebut. Sultan bertanya kepada gubernur “Apakah masih ada  lagi diantara penduduk Madinah) yang belum mengambil langsung hadiah ini?”

Gubernur mengatakan bahwa semua penduduk Madinah telah datang menganbil  hanya ada   dua tamu dari Andalusia sedang berada di kota ini yang belum datang. Mereka berdua adalah saudagar kaya yang datang berkunjung ke madinah  untuk beribadah di masjid nabi dan ziarah ke makam Rasulullah   Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki meminta agar kedua orang ini datang menghadap baginda. Apabila kedua-dua orang ini datang menghadap, terlihat oleh Sultan bahwa wajah mereka inilah  yang diperlihatkan  Rasulullah dalam mimpinya.  Sultan Nuruddin Mahmud segera meminta agar beliau dapat melihat tempat kedua orang itu menginap. Sultan masuk ke dalam rumah sewa yang berlantaikan tanah, berhampiran dengan Masjid al-Nabawi. Apabila baginda masuk ke dalam kamar , tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,  tetapi setelah meneliti sekeliling ruangan  baginda mendapatkan ada satu keganjilan yaitu lemari tempat meletakkan rak-rak kitab berada di tengah-tengah rumah padahal pada kebiasaannya dimana-mana, lemari itu  diletakkan di tepi dinding.

Sultan memerintahkan agar lemari diangkat dan disisihkan ke tepi dinding. Setelah disisihkan, ternyata  didapati di bawah lemari tersebut  yang terletak  di tengah-tengah rumah itu,  ada lubang yang sedang digali menuju ke kuburan Rasulullah sallahu alaihi wasallam. Kedua orang itu diperiksa dan ditanya   mengapa mereka berbuat demikian,dan  mereka mengaku  bahwa mereka ingin mengambil jasad Rasulullah saw dan dikebumikan di tempat lain supaya orang Islam pergi ke tempat yang mereka kebumikan itu. Ternyata kedua orang tersebut tampak secara zahir datang ke madinah untuk   melakukan ibadat, tetapi pada waktu yang sama mereka menggali lubang untuk melakukan pencurian jasad Rasulullah sebuah perbuatan yang merusak agama dan menyakiti  umat Islam. Mereka berdua menggali lobang dan tanah yang digali diletakkan di dalam “kirbah”. Kirbah adalah kulit kambing yang biasanya dibuat tempat mengisi air. Tanah tersebut mereka  pikul dan dibuang di dalam telaga di luar tempat penginapan mereka sehingga orang  menyangka baha mereka sedang membawa air.

Akhirnya kedua-dua mereka itu dijatuhi hukuman pancung di dekat pintu Babussalam, atas  perintah Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki, dan mayat mereka dibakar di luar kota Madinah. Kemudian Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki memerintahkan agar  kuburan  Rasulullah tersebut dipagar bukan saja di atas tanah tetapi juga di pagar dari dalam tanah. Digali disekelilingnya seperti tembok dan diletakkan pagar yang kukuh dan dikawal dengan rapi. Peristiwa ini berlaku pada zaman pemerintahan Sultan Nuruddin Mahmud al-Zinki pada abad 13-Masehi, dan diceritakan oleh Zain al-Maraghi di dalam kitab Tahqiq al-Nusrah, juga oleh Ibn Qadhi Syahbah di dalam kitan al-Dur al-Thamin fi Sirah Nur al-Din, juga oleh al-Samhudi di dalam kitan Wafa al-Wafa’, dan Ibn al-Imad di  dalam kitab Syazarat al-Zahb, dan juga oleh al-Barzanji di dalam kitab Nuzhah al-Nazirin. Peristiwa ini benar-benar berlaku dan menunjukkan bukti bahawa Allah menjaga Nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam  pada masa hidup dan pada masa wafat baginda dan juga  merupakan  pelajaran kepada umat Muhammad dan pemimpin umat agar menjaga dn memelihara kemuliaan Rasulullah sallahu alaihi a salam.

Dari kisah diatas dapat terlihat baha setiap muslim, apalagi pemimpin muslim memiliki kewajiban untuk menjaga kemuliaan dan kehormatan Rasulullah dari segala bentuk kejahatan, penghinaan dan aiabm atau sesuatu yang merendahkan kedudukan Rasulullah. Oleh sebab itu, umat Islam dilarang menghina dan merendahkan kedudukan Rasululah, dan hal tersebut merupakan dosa besar, yang akan mengundang laknat dan kutukan daripada Allah Taala. Dalam al uran dinatakan baha jika ada orang islam yang menghina nabi itu merupakan tindkan orang munafik, sebagaimana dijelaskan dalam ayat  : “ Di antara mereka [orang-orang munafik] ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mu’min, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. ( QS. at Taubah : 61)

Imam Abu Ja’far Tabari dalam tafsirnya menjelaskan ayat diatas berkata bahwa: “Bagi orang munafik yang menghina Rasulullah SAW  dengan perkataan mereka: "Bahawa dia (Nabi Muhammad) orang yang suka mendengar (dan percaya pada apa yang didengarnya)", dan perumpamaan-perumpamaan mereka untuk mendustakan Baginda, dan mereka yang berkata dengan mulut yang kasar dan batil, bagi mereka ini azab yang memedihkan daripada Allah di dalam neraka Jahanam.” Demikian juga Syeikh al-Maraghi dalam tafsirnya juga berkata bahwa : “Menyakiti Rasulullah SAW setelah kewafatannya, sama seperti menyakiti beliau semasa hayatnya. Keimanan kepada Baginda akan menghalangi orang mukmin daripada melakukan perbuatan yang dapat menyakiti Baginda. Ini adalah dosa dan kederhakaan yang paling besar.”

Dalam ayat lain, dinyatakan bahwa : “ Sesungguhnya orang-orang yang melakukan perkara yang tidak diredai Allah dan RasulNya, maka Allah akan melaknatkan mereka di dunia dan di akhirat, dan menyediakan untuk mereka azab siksa yang menghina ( QS. alAhzab 33:57 ). Imam Ibn Katsir menyebut dalam tafsir bahwa “Allah menjauhkan mereka daripada Rahmat-Nya di dunia dan di akhirat dan menjanjikan mereka di akhirat nanti azab yang menghinakan dan kekal di dalam azab itu selama-lamanya.”

Syeikh a-Maraghi menafsirkan ayat ini berkata bahwa : “Terdapat sebagian dari manusia yang menyakiti RasulNya seperti orang yang mengatakan Rasulullah itu seorang penyair, ahli nujum, orang gila, dan banyak lagi kata-kata yang dapat menyakitkan Baginda. Siapa yang menyakiti Rasul berarti dia telah menyakiti Allah SWT; dan sesiapa yang mentaati Rasul berarti dia telah mentaati Allah dan Allah Taala akan menjauhkan mereka daripada rahmat dan nikmat-Nya ketika di dunia lagi. Maksudnya baha Allah Taala akan menjadikan mereka terus berada dalam kesesatan dan menjadikan mereka gembira melakukan kesesatannya itu. Kesesatan ini bakal menyeret mereka ke dalam neraka, sebagai tempat yang amat buruk; kemudian mereka akan dilaknat ketika ketika di akhirat nanti dengan memasukkan mereka ke dalam neraka yang membakar tubuhnya.”

Abd al-Hamid bin Abd al-Rahman bin Zaid bin al-Khattab, menulis surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz: “Aku mendapati seorang lelaki telah mencelamu di Kufah dan telah terbukti bahwa dia benar-benar telah mencelamu, maka aku ingin membunuhnya atau memotong kedua tangannya atau memotong lidahnya atau menyebatnya, akan tetapi aku terfikir untuk meminta pendapatmu  k terlebih dahulu tentang perkara ini.” Khalifah Umar bin Abdul Aziz membalas surat : “Salam sejahtera ke atasmu, Demi Allah yang diriku berada di tangan-Nya, jika engkau membunuhnya maka aku akan membunuhmu disebabkan olehnya, jika engkau memotongnya maka aku akan memotongmu disebabkan olehnya, jika engkau mencambuknya  maka aku akan menariknya daripada engkau. Apabila engkau menerima suratku ini maka keluarlah engkau dengannya ke al-Kunasah (tempat pembuangan sampah) mak engkau celalah dia sebagaimana dia mencelaku atau engkau memaafkannya kerana itu lebih aku suka, karena, tidak halal membunuh seorang muslim yang mencela salah seorang daripada manusia melainkan seseorang  itu mencela Rasulullah sallau alaihi wasallam.” Dari tulisan ini terlihat Khalifah Umar Abdul Aziz melakukan hukuman yang keras terhadap penghina Rasulullah tetapi memaafkan kepada orang yang menghina dirinya. Fatabiru Ya Ulil albab.

Buletin

Share This