No. 1382 Kelahiran seorang Rasul

today November 1, 2019 account_circle Arifin Ismail

KELAHIRAN SEORANG RASUL

“ Tiadalah Muhamad itu melainkan  seorang Rasul “ ( QS. Ali Imran : 114 )

Nabi Muhammad bin Abdullah  lahir di kota Makkah, pada hari Senin, tanggal dua belas  Rabiul Awwal, pada tahun yang dikenal oleh masyarakat Arab pada waktu itu sebagai tahun Gajah , sebab pada tahun itu terjadi peristiwa kedatangan tentara Gajah di bawah pimpinan Raja Abrahah dari negeri Yaman yang datang ke Makkah dengan maksud untuk meruntuhkan Ka’bah. Oleh sebab adanya peristiwa tersebut, maka tahun itu dikenal dengan nama tahun Gajah. Hal ini disebabkan telah menjadi  tradisi bangsa Arab untuk menamakan tahun tertentu dengan peristiwa yang terjadi pada tahun tersebut. 

Dalam sebuah hadis diriwayatkan  Imam Muslim bahwa seorang Arab telah bertanya kepada nabi Muhammad saw : “ Ya Rasulullah, mengapa engkau berpuasa di hari Isnin..? Rasulullah menjawab : “ Itulah hari aku dilahirkan dan pada hari itu juga turunnya wahyu yang pertama “. Hari kelahiran beliau tersebut  menurut  Khudhari Beik, bertepatan dengan tanggal 20  April tahun 571 Masehi. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas dan Abu Naim bin Buraidah menceritakan bahwa sewaktu Aminah sedang mengandung maka dia bermimpi dan mendengar suara :  “ Sesungguhnya engkau sedang mengandung orang yang terbaik dari sekalian makhluk, pemimpin seluruh alam dan jika nanti engkau telah melahirkannya maka berikanlah nama “ Muhammad “ kepadanya

Dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi dari Khalid bin Ma’dan bercerita bahwa sahabat-sahabat Rasulullah bertanya : Wahai Rasulullah ceritakan kepada kami tentang dirimu , maka beliau menjawab : “ Aku ini lahir dengan berkat doa  Nabi Ibrahim, juga sesuai dengan kabar gembira yang disampakan oleh Nabi Isa bin Maryam, dan sewaktu aku dilahirkan, maka ibuku melihat cahaya yang terang sehingga menerangi langit sampai ke negeri Basra dan negeri Syam “.  Usman bin Abi Ash juga berkata : “ Sesungguhnya ibuku menyaksikan  keadaan Aminah ketika melahirkan Muhammad saw.  Kemudian ibuku bercerita bahwa sewaktu Muhammad dilahirkan maka dia telah  melihat cahaya yang menerangi sekeliling rumah Aminah dan juga menerangi seluruh negeri “. 

Hasan bin Tsabit berkata :  “ Demi Allah, sesungguhnya  pada waktu itu (waktu kelahiran Muhammad ) aku sudah berumur sekitar tujuh atau delapan tahun, dan aku telah dapat memahami apa yang aku dengar, dan apa yang terjadi. Pada hari kelahiran Muhammad tersebut aku  mendengar suara seorang yahudi berteriak dari atas benteng kota Madinah: “ Wahai sekalian kaum yahudi “, sehingga berkumpullah orang yahudi disekitarnya dan bertanya : “Ada apa gerangan sehingga kamu memanggil kami semua disini ? Yahudi yang memanggil itu menjawab : “ Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa pada malam ini telah keluar bintang sebagai tanda seorang manusia bernama Ahmad telah lahir ke dunia “.

Nabi Muhammad saw itu dilahirkan dari rahim ibunya dengan keadaan kaki dan tangan telungkup diatas tanah dan kepala melihat ke langit serta dalam keadaan telah berkhitan. Hasan bin Atiyah menceritakan bahwa : “ Sesungguhnya sewaktu dilahirkan maka nabi Muhammad saw lahir dalam keadaan telungkup diatas kedua tangan dan kakinya dengan muka melihat ke atas menghadap ke langit “. Malahan menurut  Ibnu Hajar dalam Syarah Sahih Bukhari menyatakan bahwa nabi Muhammad telah dapat berkata-kata sejak waktu beliau dilahirkan dan  kalimat yang pertama keluar dari mulut nabi sewaktu beliau dalam keadaan bayi adalah kalimat : “ Allahu Akbar wal hamdulillahi katsiraan “, Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji-pujian “.   

Rasulullah dilahirkan dalam keadaan sudah “khitan”, sebagaimana dinyatakan oleh sahabat nabi Anas bin Malik  berkata bahwa Rasulullah sendiri pernah bersabda :  “ Diantara kemuliaan yang diberikan kepadaku dari Tuhanku adalah aku dilahirkan dalam keadaan telah khitan sehingga seorangpun tidak dapat melihat sesuatu yang kotor daripada badanku “. Hal ini juga disampaikan oleh hadis-hadis yang lain dari riwayat Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan juga dari Abubakar Shiddiq.

Berita kelahiran Muhammad di rumah Aminah tersebut segera disampaikan kepada Abdul Muthalib, ayah Abdullah -ayah nabi Muhammad yang telah meninggal dunia sewaktu beliau masih dalam kandungan. Setelah mendengar berita kelahiran tersebut, Abdul Mutalib datang ke rumah Aminah untuk melihat cucunya yang baru lahir. Dengan perasaan yang sangat gembira,  cucu yang baru lahir tersebut segera dibawa kakek Abdul Muthalib ke hadapan Ka’bah, sebagai tempat yang dimuliakan pada waktu itu oleh masyarakat Makkah, dan Abdul Muthalib berdoa : “ Segala puji bagi Tuhan yang telah memberikan kepadaku keturunan yang baik ini “. Setelah hari yang ketujuh dari kelahiran cucunya,  Abdul Muthalib mengadakan jamuan makan dengan mengundang kaum Quraisy sebagai tanda kesyukuran atas kelahiran cucunya tersebut.

Riwayat menyatakan bahwa dalam jamuan tersebut, Abdul Muthalib menyembelih beberapa ekor hewan dan memberikan nama  cucunya dengan nama Muhammad.  Selama ini dalam masyarakat Quraisy nama “Muhammad”  tidak pernah dipakai sama sekali, sehingga  mereka yang hadir pada jamuan tersebut bertanya kepada Abdul Muthalib : “ Mengapa engkau namakan anak tersebut dengan nama Muhammad  “?. Kakek  Abdul Muthalib menjawab : “ Muhammad artinya adalah orang yang terpuji, maka dengan nama tersebut aku mengharapkan agar cucuku ini akan mendapat pujian baik dari Tuhannya yang berada di langit dan dari sekalian makhluknya yang berada di atas permukaan bumi “.

Muhammad, manusia yang terpuji tersebut lahir dari perkawinan antara Abdulah, seorang ayah yang taat, ikhlas, rajin dan berakhlak mulia, dan dari seorang ibu bernama Aminah , perempuan yang terpercaya, selalu menjaga amanah, mempunyai akhlak yang mulia, dan mempunyai kedudukan yang mulia. Dia juga merupakan cucu dari seorang kakek bernama Abdul Muthalib, pemimpin masyarakat Makkah, yang selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dalam setiap keadaan, memuji Tuhan, berdoa kepadaNya, menyerahkan diri dan seorang pemimpin yang selalu berbakti kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan. Muhammad lahir dalam keadaan yang suci, lingkungan dan persekitaran yang suci, sehingga kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah kalimat pujian kepada Tuhan. Kelahirannya membawa rahmat bagi sekalian alam, menjadi cahaya dalam kegelapan, pembawa wahyu sebagai pedoman hidup bagi semua insan, menghancurkan kemusyrikan dan kekafiran, mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepadaNya.

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada waktu kelahiran Rasulullah, sebagai tanda bahwa baginda adalah makhluk yang mulia yang akan menjadi rahmat bagi sekalian alam.  Ummu Usman bin "Ash pada saat kelahiran nabi berada di kamar Aminah dan  menceritakan bahwa Aminah berkata kepadanya : " pada saat itu saya melihat beberapa orang perempuan yang tingginya setinggi pokok kurma, seakan-akan mereka itu seperti keturunan Bani Manaf, dan saya tidak pernah melihat wajah secantik wajah mereka, dan seakan-akan salah seorang dari mereka datang memberi kepada saya minuman yang lebih putih daripada susu dan lebih sejuk daripada salji dan lebih manis daripada madu, sambil berkata : “ minumlah; maka saya minum air tersebut “.

Wanita yang lain berkata : silakan tambah, maka saya menambah minuman tersebut; kemudian  tangannya menyapu perut saya dan berkata : " Bismillah ", dengan nama Allah, dengan izin Allah maka keluarlah engkau (dari rahim ) , dan mereka kemudian berkata : Kami ini adalah Asiyah, isteri Firaun, dan Maryam binti Imran, dan mereka itu adalah bidadari-bidadari ". (  Sirah Halabiyah, jilid 1, hal.96 ). 

Pada saat kelahiran, nabi Muhammad saw keluar dari rahim ibunya tanpa ada sedikitpun kotoran dan najis ( Syarhu asSyifa, juz1,hal.173 ) dan beliau keluar dalam keadaan sujud, kemudian beliau mengangkat kepalanya menghadap ke langit, kemudian dari rahim Aminah keluar cahaya yang menerangi langit sampai ke negeri Syam. (  al Khasais Nabawiyah al Kubra , jjilid 1, hal. 117 ).

Syifa binti Amru, ibu daripada Abdurrahman bin Auf berkata bahwa pada saat Aminah melahirkan , maka saya  mengangkat bayi Muhammad dan memegangnya dengan kedua tangan dan saya mendengar ada suara berkata ketika itu: " Rahimakallah,  Wa rahimaka Rabbuka ; Semoga Allah merahmatimu dan semoga Tuhanmu merahmatimu " dan datanglah sinar yang menerangi timur dan barat  ( Kitab Al Khasais Nabawiyah, jilid 1, hal, 118 ). 

Sahabat Anas menytakan bahwa Rasululah saw bersabda : " Diantara kemulianku daripada Tuhanku, aku dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan sehingga tak seorangpun yang melihat kotoranku. Hadis daripada Thabrani, juga ada hadis yang lain daripada Al hakim. ( Al Khasais Nabawiyh ,jilid 1, hal. 132). 

Pada malam kelahiran nabi, bangunan Ka'bah bergoyang selama tiga hari tiga malam ( Sirah Halabiyah, hal.105 ), demikian juga Istana Raja di Syria menjadi runtuh, dan Api penyembahan agama majusi yang telah menyala selama ratusan tahun di Iran menjadi padam. ( Muhammad, messenger of Allah, hal.204). 

Demikianlah diantara kemuliaan Rasulullah, rasul terakhir yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

Buletin

Share This