No. 1260 MALAM LAILATUL QADAR 

today September 4, 2018 account_circle Arifin Ismail

Buletin Jumat Istaid N0 1.260 Ramadhan 1438/ Juni 2017

MALAM LAILATUL QADAR 

“ Itulah malam yang lebih baik dari seribu bulan " ( QS. Qadar : 3 )

 

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa, malam yang penuh dengan keberkatan, malam kemuliaan, malam yang lebih baik daripada seribu bulan, malam yang penuh dengan kesejahteraan sampai kepada terbit fajar, malam dimana turun malaikat dengan izin daripada-Nya, dan juga merupakan malam diturunkannya Kitab suci Al Quran dari Lauh Mahfudz di langit ke tujuh kepada Baitul Izza di langit pertama. Untuk mengekalkan kemuliaan malam tersebut, maka Allah Taala menerangkan tentang malam tersebut dalam kitab Suci Al Quran : “ Sesungguhnya telah Kami turunkan Al Quran pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apa itu malam Lailatul Qadar. Itulah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu malaikat turun dengan izin Allah untuk mengatur segala urrusan. Pada malam itu adalah malam yang penuh dengan kesejahteraan sampai kepada terbit fajar “ ( Surah Al qadar : 1 – 5 ).  

 

Peringatan malam Lailatul Qadar yang mulia tersebut selain bernilai seribu bulan, juga merupakan waktu dimana Allah Taala menentukan program tahunan untuk semua umat manusi. Dalam surah ad Dukhan, Allah berfirman : “ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang penuh keberkatan. Pada malam tersebut diputuskan segala urusan dengan penuh bijaksana. Itulah urusan yang besar dari sisi Kami “. ( QS. Dukhan : 3-5). Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini berkata : “ Pada malam itu ditentukan apa yang akan terjadi dalam satu tahun kedepan, baik itu mengenai rezeki, kematian, kelahiran, hujan, malahan juga ditentukan berkaitan dengan siapakah diantara hambaNya akan akan berangkat naik haji pada tahun mendatang “.  ( Tafsir Durarul manstur, jilid 5, 738). Ikrimah juga menyatakan bahwa makna ayat 4 surah ad Dukhan itu berarti pada malam lailatul qadar itu Allah memutuskan segala urusan dengan penuh bijaksana. Rabiah bin Kalsum berkata bahwa pada suatu hari aku berada di rumah Hasan al basri, dimana ada seorang lelaki bertanya: Wahai Abu Said, apakah malam Lailatul Qadar itu ada pada setiap ramadhan ? Hasan al Basri menjawab : Demi Allah, malam itu terjadi pada setiap ramadhan, dan sesungguhnya malam itu adaah “ malam diputuskan segala urusan yang bijaksana “, maka engkau akan dapatkan malam itu akan diputuskan siapa yang akan menikah dengan perempuan mana, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu Hilal bin Yasaf berkata : “ Tunggulah keputusan Allah pada bulan ramadhan “. ( Imam Suyuthi, Tafsir Durarul Mansur, jilid 5, hal.739).

 

Oleh sebab itu malam Lailatul Qadar itu mempunyai banyak keistimewaan yaitu : (1) malam diturunkannya kitab suci Al Quranul Karim (2) malam yang lebih baik daripada seribu bulan (3) Pada malam itu malaikat jibril turun untuk mengatur segala urusan (4) Malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Disebabkan keistimewaan yang begitu hebatlah maka setiap muslim diberi Allah kesempatan untuk merebut peluang menjadi millioner pahala seribu bulan. .Mempersiapkan malam lailatul qadar juga  dengan melakukan I'tikaf untuk bermuhasabah (menigevaluasi hidup setahun yang lalu ) dan munajat (merancang program setahun akan datang dan mengajukan proposal ) kepada Allah, sehingga Allah akan menetapkan hidup kita yang lebih baik dengan amal yang bermanfaat sebagaimana hidup seribu bulan.

 

Siti Aisyah pernah bertanya kepada nabi tentang doa apa yang baik dibaca pada malam tersebut.: wahai rasulullah bagaimana jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah malam lailatul qadar.? Rasulullah saw menjawab : ‘ Bacalah doa : Allahumma innaka afuwwun kariimun tuhibbul afwa fa’fu anni , ya Allah sesungguhnya Engkau ini Maha pemberi maaf dan Maha pemurah senang untuk memberikan maaf, maka maafkanlah dan ampunkanlah dosa-dosaku  “.  ( hadis riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan disahihkan oleh Tirmidzi ).

 

Dengan doa tersebut, dapat kita lihat bahwa sebaiknya malam itu dipakai untuk meminta ampun dan maaf atas dosa-dosa yang telah lalu, berarti malam itu dipakai unruk I'tikaf, merenungkan apakah hidup kita selama ini telah berada di jalan yang lurus ..? Setelah menyadari kesalhan di masa lalu, baru dicari bagaimana memperbaiki diri di masa mendatang, sehingga merencanakan program dan langkah apa, amal apa yang akan dilakukan untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk masyarakat dan untuk umat Islam seluruhnya sehingga hidup dimasa mendatang lebih baik dari masa lalu. Setelah merancang program hidup untuk setahun, maka kita bermunajat kepada allah, agar Allah memberikan taufiqNya, persetujuan dan keridhaan atas apa yang kita rancang tersebut. Dengan persetujuan itulah maka hidup kita dimasa mendatang akan lebih bermakna sebagaimana hidup seribu bulan. Agar Allah menerima rancangan dan program kita, maka kita iringi munajat dengan amal ibadah seperti berzikir, shalat sunat dan lain sebagainya. Inilah makna I'tikaf di masjid di malam-malam akhir ramadhan mencari Lailatul Qadar. Dalam Tafsir Durarur Mansut dinyataan bahwa malam itu adalah malam dimana semua urusan manusia diputuskan untuk setahun yang akan datang.

 

Malam Lailatul Qadar begitu berarti penting dalam hidup kita sepanjang tahun mendatang, karena di malam itu kita dapat meminta ampun segala dosa-dosa yang terdahulu, dengan muhasabah, mengevaluasi diri dan bertobat kepada Allah; dan di malam itu juga adalah malam Allah menentukan taqdirNya untuk kehidupan kita dimasa mendatang. Untuk memotivasi manusia untuk segera mencari malam tersebut, maka Allah menjanjikan bahwa pahala malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Tetapi sebenarnya yang dicari bukan hanya pahala, tetapi juga agar hidup kita lebih baik dari masa lalu, sehingga nilai rancangan dan program hidup kita sama seperti orang yang hidup seribu bulan, karena di tahun mendatang kita telah Allah taqdirkan untuk melakukan amal-amal jariyah, amal sosial, amal yang produktif, sehingga pahalanya mengalir bagaikan hidup seribu bulan. Dalam  hadis disebutkan : “ barangsiapa yang beribadat pada malam Lailatul qadar dengan penuh iman dan mengharapkan keridhaan Allah maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya “ ( hadis riwayat Bukhari Muslim ). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa dalam malam lailatul qadar itu ada dua hal yang kita cari , pertama adalah ampunan dosa yang telah lalu, dan kedua adalah keridhaan Allah atas program hidup di masa mendatang.

 

Malam ini sangat perlu bagi setiap individu, oleh sebab itu nabi sendiri menyuruh isteri dan anak-anaknya untuk juga ikut mencari Lailatul Qadar.  Dalam sebuah hadis disebutkan ; “ Ketika telah masuk malam sepuluh ramadhan terakhir, maka nabi Muhammad saw menghidupkan malam tersebut dengan membangunkan keluarganya serta mengencangkan sarungnya “ ( Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ). Hadis yang lain juga sama menyebutkan ; ‘ rasulullah membangunkan keluarganya dan menyingsingkan sarungnya “ ( hadis riwayat Tirmidzi dan Ali bin Abi Thalib ). Yang dimaksud dengan menyingsingkan sarungnya, atau mengencangkan sarungnya adalah rasulullah saw selama malam terakhir tersebut sibuk beribadah, sehingga beliau tidak menggauli isterinya , walaupun pada malam hari. Barrti selama malam sepuluh tersebut, baik nabi maupu isterinya semua sibuk I'tikaf, muhasabah diri dan munajat serta beribadah kepada Allah.

 

Malam lailatul qadar itu juga merupakan sebuah motivasi, sebab dengan adanya malam Lailatul Qadar, umat islam bertambah akhir ke ujung ramadhan akan bertambah giat melakukan ibadah , sebab sebagai muslim hari ini harus lebih baik daripada hari yang lalu. Jika tidak ada malam lailatul qadar, boleh jadi kita hanya semangat puasa dan tarawih di malam-malam pertama saja, dan tambah akhir tambah malas, sebab tidak ada yang dicari dan direbut. Bagaikan orang yang lomba lari, maka piala biasanya disediakan di garis finish, demikian juga ramadhan, piala ramadhan berupa lailatul qadar disediakan di garis finish, sehingga kita tambah lama tambah berpacu dengan ibadah. Lailatul Qadar di hadapan kita, siapa yang cepat dan taqwa dia yang akan dapat..mari berpacu merebut piala Lailatul qadar, yang bernilai lebih baik daripada seribu bulan.  Mari berlomba untuk mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadar..

Fastabiqul khairaat..!

 

Buletin

Share This