No. 1247 Diantara Tanda Akhir Zaman

today September 3, 2018 account_circle Arifin Ismail

Renungan Jumat ISTAID No. 1.247 | Jumadil-Akhir 1438 H | Maret 2017
Jumat, 17 Maret 2017

DIANTARA TANDA AKHIR ZAMAN

“Dan tahukah kamu boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat”. (QS. Al-Ahzab: 63)

Sewaktu Rasulullah saw sedang membagi-bagikan harta (kepada kaum muslimin) tiba-tiba datang seorang bernama Dhul Khuwaysirah al Tamimiy berkata: “Berlakulah adil wahai Rasulullah”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: “Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah: “Wahai Rasulullah, adakah Engkau membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: “Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam) secepat anak panah yang keluar daripada busurnya”. ( Muslim/2456, Bukhari/6933, Muwattha/156, Abu Daud/6741)

Abu Said al Khudri menceritakan bahwa Ali sewaktu berada di Yaman, menghantarkan beberapa barang kepada Rasulullah. Barang tersebut dibagi-bagikan Rasulullah kepada Aqra’ bin Habis al Handzali, Aynah bin Badr al Fazari, Alqamah bin Alasah al Amiri, salah seorang daripada Bani Kilab, Zaid al Khair al Thai, dan salah seorang Bani Nabhan. Pembahagian itu membuat kaum Qurasiy dan Anshar merasa tidak senang sehingga berkata: “Ya Rasulullah, baginda telah memberikannya kepada kelompok Askar daripada Najad dan meninggalkan kami”. Rasulullah menjawab: “Aku berbuat demikian, semata-mata untuk menjinakkan hati mereka”. Abu Said melanjutkan bahwa Tidak lama kemudian datang seorang lelaki yang buta, lebar dahinya, lebat janggutnya, gundul kepalanya berkata: “Ya Muhammad, bertakwalah kamu kepada Allah”. Baginda berkata: “Siapakah lagi yang akan taat kepada Allah jika aku tidak taat kepadaNya. Dia (Allah) telah memberikan kepercayaan kepadaku untuk menjaga bumi ini, mengapa engkau tidak percaya kepadaku?”. Abu said melanjutkan bahwa selanjutnya seorang lelaki (menurut sebagian riwayat adalah Khalid bin Walid) telah meminta izin kepada Nabi untuk membunuh lelaki tersebut tetapi baginda melarangnya. Setelah lelaki itu pergi rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya dari keturunan lelaki ini nanti akan muncul sebuah kaum yang membaca al-Quran tetapi ia tidak melepasi pangkal kerongkongan mereka. Mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya. Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan umat penyembah berhala. Sekiranya aku menjumpai mereka, niscaya aku akan memerangi mereka seperti yang menimpa kaum Ad” (Bukhari/3344, Muslim/2451). Dari hadits ini terlihat bahwa sikap keras terhadap Rasul yang dilakukan oleh Dzul Khuwaysirah ini akan melahirkan generasi keras diantara umat Islam dan itu merupakan salah satu tanda kiamat di akhir zaman.

Hal ini dijelaskan Rasulullah saw. dalam sabdanya: “Nanti akan muncul diantara umatku kaum yang membaca al-Quran, bacaan kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan shalat kamu tidak ada nilainya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka, mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya al-Quran itu milik mereka saja, padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka, Tidaklah shalat mereka melalui kerongkongan mereka, mereka itu akan memecah agama Islam sebagaimana keluarnya anak panah daripada busurnya”. (Muslim/2467, Abu Daud/4748)

Said al Khudri juga menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Nanti akan muncul diantara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amal perbuatan mereka, mereka itu membaca al-Quran tetapi bacaan mereka tidak akan melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan memecah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya”. (Hadits Riwayat Bukhari/5058)

Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: “Pada akhir zaman nanti akan muncul kaum berusia muda (Ahdasul Asnan) berpikiran pendek (Sufahaul Ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kamu menjumpainya, perangilah sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat kelak”. (Bukhari/6930, Muslim/2462, Abu Daud/4767, Nasai/4107 Ibnu Majah/168, Ahmad/616 ).

Anas berkata: Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami. Dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’jub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya  kepada Rasulullah, tetapi Rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sedang menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan”. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut: “Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis”. Orang itu menjawab: “Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: “Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut?”. Abubakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut dan tak lama kembali. Rasul bertanya: “Sudahkah engkau bunuh orang tersebut?”. Abubakar menjawab: “Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud”. Rasul bertanya lagi: “Siapakah yang akan membunuhnya lagi?”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: “Sudahkah engkau membunuhnya?”. Umar menjawab: “Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi: “Siapa yang dapat membunuhnya?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat Rasul. Rasul bertanya: “Sudahkah engkau membunuhnya?”. Ali menjawab: “Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada”. Rasulullah saw. melanjutkan: “Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok”. Sahabat bertanya: “Wahai Nabi Allah, kelompok manakah yang satu itu?”. Rasulullah menjawab: “Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127,  Majma’ Zawaid/6-229)

Rasulullah saw bersabda: “Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah”. (Nasai/4108, Ahmad/19783)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan bahwa diantara tanda-tada akhir zaman yang nabi jelaskan adalah munculnya sekelelompok golongan dari umat  yang memiliki beberapa sifat dan karakter seperti mencela dan menuduh kaum yang tidak mengikutinya dengan tuduhan kafir atau sesat sebagaimana mereka berkata kepada Rasulullah: “Wahai rasulullah, bersikap adilah kamu”. Mereka juga selalu berburuk sangka kepada kelompok umat Islam yang lain sebagimana mereka buruk sangka kepada Rasulullah, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Mereka juga melakukan ibadah ritual secara berlebih-lebihan dan dengan mudah mereka akan menghina, menyesatkan cara ibadah kelompok yang tidak sama dengan cara ibadah mereka. Diantara sifat mereka adalah merasa bahwa kelompok mereka itu lebih baik daripada kelompok umat Islam yang lain. Bahkan diantara kelompok mereka akan memandang umat Islam yang lain sebagai kafir, sehingga dengan mudah mereka akan memerangi dan membunuh kelompok Islam yang tidak setuju dengan tindakan mereka. Tetapi lucunya, mereka memandang orang kafir sebagai kawan dan selalu bekerjasama dengan mereka. Sifat mereka juga dalam melaksanakan hukum Islam kadangkala terlalu tergesa-gesa, tidak meihat kepada proses dan sunatullah, sebab dan perkembangan masyarakat sehingga terkesan mereka melakukan sesuatu dengan keras dan kasar.

Semoga umat islam dapat terhindar dari sifat-sifat demikian sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi tersebut di atas, sebab kemunculan mereka memang akan terjadi di akhir zaman ini.

Fa’tabiru Ya Ulil Albab.

Buletin

Share This