Jawaban Atas Kesombongan Bani Qainuqa

today September 3, 2018 account_circle Arifin Ismail

Tatkala Rasulullah dapat mengalahkan orang kafir Qurasy dalam perang Badar, maka Rasulullah berkata kepada kaum Yahudi Bani Qunaiqa: “Wahai orang Yahudi, segeralah kamu memeluk agama Islam, sebelum nanti kamu tertimpa dengan apa yang telah menimpa kaum Qurasy pada waktu perang Badar”. Mendengar seruan Nabi tersebut, maka kaum yahudi menjawab: “Wahai Muhammad, kaum kafir Qurasy itu menderita kekalahan sebab mereka itu memang tidak pandai berperang. Jika kamu memerangi kami, niscaya kalian akan mengetahui bahwa kami, kaum yahudi adalah kaum yang pandai berenang dan pandai berperang”. Malahan Malik bin Sayif, salah seorang dari yahudi Madinah berkata: “Wahai Muhammad, Engkau ini sudah tertipu dengan dirimu sendiri sebab kau menang daripada kaum yang tidak tahu berperang. Padahal kami kaum yahudi  bersatu untuk berperang dengan kamu, pasti kamu tidak akan berdaya melawan kami”.

Bani Qainuqa adalah salah satu dari tiga kaum dari masyarakat Yahudi yang menetap di kota Madinah tepatnya perkampungan mereka berada di sekitar masjid Nabawi, di tengah-tengah kota Madinah. Sejarawan menyatakan bahwa jumlah mereka sekitar 700 orang, dan mereka termasuk kaum yang memiliki ketrampilan pandai besi, memiliki indusri baju besi, pertukangan dan menelup pakaian. Mereka juga termasuk kaum yang menguasai ekonomi Madinah. Oleh sebab itu, dari kata-kata mereka terhadap Rasululah, terlihat sifat kesombongan dan keangkuhan mereka. Ucapan mereka itu dapat menggiring opini masyarakat Madinah,terutama bagi masyarakat Islam. Oleh sebab itu, Allah segera menurunkan ayat dalam surah al-Maidah dari ayat 51 sampai ayat 68, dimana maksud terjemahannya adalah sebagai berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin kamu sekalian. Sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang munafik yang dalam hatinya ada penyakit sehingga mereka bersegera mendekati mereka kaum Yahudi dan Nasrani, seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan kepada RasulNya, atau akan datang sesuatu keputusan dari sisi Allah taala. Maka karena itu, mereka nanti akan menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?”. Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang di jalan Allah, dan  tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela mereka. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk hanya kepada Allah. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya mereka adalah pengikut agama Allah. Mereka itulah yang pasti mendapat kemenangan”.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agama kamu sebagai bahan  ejekan dan permainan, dan kamu akan mendapati mereka   di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan juga diantara orang-orang yang kafir  musyrik. Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.  Dan apabila kamu menyeru mereka untuk melaksanakan sembahyang, maka mereka akan menjadikannya ajakan itu sebagai  ejekan dan permainan. Hal yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal”.

Katakanlah kepada mereka: “Wahai kaum Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang yang fasik?”. Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya terhadap orang-orang yang fasik itu di sisi Allah?, mereka itulah orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka nanti ada yang dijadikan kera dan babi  dan itulah orang-orang yang menyembah thaghut?”. Mereka itu akan mendapat tempat yang lebih buruk dan mereka  telah berada di jalan yang sangat sesat daripada jalan yang lurus.

Dan apabila orang-orang Yahudi atau munafik itu datang kepadamu, dan mereka mengatakan: “Kami telah beriman”, padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi daripada kamu tetap dengan kekafirannya ; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka orang-orang Yahudi akan bersegera untuk membuat dosa, permusuhan dan memakan makanan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim dari kalangan mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang pengikutnya dari mengucapkan perkataan bohong dan melarang mereka daripada memakan makanan yang haram?. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, padahal sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu padahal merekalah yang mendapat laknat dan kutukan Allah disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Padahal, tidak demikian keadaan yang sebenarnya, sebab kedua-dua tangan Allah itu terbuka. Dia (Allah)  memberikan harta kepada seseorang itu  sebagaimana yang dikehendakiNya. Dan al-Quran yang diturunkan kepada kamu itu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.  Setiap mereka menyalakan api peperangan, maka Allah memadamkannya dan mereka akan berbuat kerusakan di atas muka bumi ini dan Allah Taala tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. Padahal jika sekiranya kaum Ahli Kitab ini beriman dan bertakwa, tentulah Kami akan hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh keni’matan.

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan hukum dari kitab Taurat, Injil, dan al-Quran yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Walaupun demikan, di antara mereka ada golongan yang pertengahan (tidak keras dan berlebh-lebihan). Oleh sebab itu dapat terlihat alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka itu. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan itu, berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah,baik itu dari kalangan kaum Yahudi terdahulu, atau kaum Shabiin dan kaum Nasrani terdahulu,dan  siapa saja  yang benar-benar beriman kepada Allah, dan beriman kepada adanya hari kemudian dan mereka melakukan amal saleh, maka mtidak ada kekhawatiran atas mereka dan mereka tidak juga tidak  bersedih hati”.

Demikianlah Allah menurunkan ayat-ayatNya dari surah al-Maidah dari ayat 51 sampai ayat 68 untuk menjawab sikap kesombongan dan kata-kata Bani Qainuqa tersebut. Pemahaman dan makna yang terkandung dalm ayat-ayat itu memberikan keyakinan akan kemenangan yang akan diberikan Allah kepada orang yang beriman, sehingga sikap kesombongan Bani Qainuqa yang direncanakan untuk memberikan keraguan ternyata tidak berhasil, malah memberikan keyakinan atas kebenaran agama Allah yang disampaikan melalui RasulNya. Mereka kaum Yahudi merencanakan sesuatu dengan mengancam umat Islam melalui ucapan kesombongannya, ternyata Allah telah merencanakan sesuatu yang lain, dengan menurunkan jawaban yang begitu panjang sehingga rencana Bani Qainuqa untuk menimbulkan keraguan dan ketakutan berobah menjadi keyakinan atas kebenaran, dan kekuatan kepada kaum yang beriman.

Fa’tabiru ya Ulil albab.

Buletin

Share This