1437 Amar Makruf dan Nahi Munkar

today December 18, 2020 account_circle Arifin Ismail

" Kamu itu adalah masyarakat terbaik yang dilahirkan untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar “ (QS. Ali Imtan : 110 )

Keberkahan suatu negeri dan masyarakat ditentukan dengan sikap masyarakat dalam melaksanakan dan mengajak yang lain dalam berbuat kebaikan ( amar makruf ) dan mencegah masyarakat dari perbuatan yang mungkar ( nahi mungkar ). Selama terdapat amar makruf dan nahi mungkar, maka masyarakat tersebut menjadi masyarakat damai, adil dan sejahtera, tetapi sebaliknya jika dalam suatu masyarakat tidak terdapat lagi amar makruf dan nahi mungkar, maka akan timbul kekacauan dan kedzaliman, yang tiudak kunjung berakhir.

Pada suatu hari Nabi Muhammad saw  bertanya kepada para sahabat  : bagaimanakah sikap kamu sekalian jika  istri-istri kamu sekalian durhaka kepada suami-suami, dan para pemuda-pemuda kamu senang berbuat fasik, dan kamu semua meninggalkan jihad? Para sahabat menjawab : Apakah hal demikian akan terjadi Ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab : Ya, malah demi nyawaku yang berada di tanganNya, perkara yang lebih berat lagi akan terjadi." Sahabat bertanya : "Apakah perkara yang lebih berat itu Ya rasulullah ?".  Rasulullah saw bersabda : " Bagaimanakah kamu apabila tidak melakukan amar makruf dan nahi munkar? Sahabat bertanya lagi : Apakah keadaan demikian akan terjadi Ya rasulullah ? Rasul menjawab : Ya, akan terjadi, dan malahan demi nyawaku ditanganNya, perkara yang lebih berat lagi akan terjadi. Sahabat bertanya : Perkara apa itu Ya rasulullah ? Rasulullah bersabda : “ bagaimana keadaanmu jika nanti apabila kamu melihat makruf menjadi mungkar dan perkara yang mungkar menjadi makruf?”. Sahabat berkata : Apakah hal demikian akan terjadi ya Rasulullah ? Rasululullah menjawab : Ya, malahan demi nyawaku ditanganNya ada perkara yang lebih hebat lagi akan terjadi “. Sahabat bertanya : Perkara apa lagi itu Ya rasulullah ? Rasulullah menjawab : bagaimana sikapmu jika terjadi kamu akan menyuruh sesuatu yang mungkar dan mencegah sesuatu yang makruf ?”. Sahabat bertanya lagi : “ Apakah perkara itu akan terjadi Ya rasulullah ? Rasulullah menjawab : Ya, akan terjadi malahan demi nyawaku ditanganNya, perkara yang lebih berat lagi akan terjadi. Allah berfirman : “ Dengan kebesaranKu Aku bersumpah sesungguhnya Aku taqdirkan bagi mereka fitnah, dimana orang yang penyantun menjadi heran atas terjadinya fitnah tersebut “ ( Hadis riwayat Ibn Abiddunya, dari kitab Ihya Ulumudin, bab Amar makruf dan Nahi Mungkar  ).

Jika kita meneliti hadis diatas, maka dapat kita katakan bahwa perkara-perkara  yang dinyatakan dalam hadis itu akan terjadi, pada saat sekarang ini semuanya sudah terjadi, maka tidak ada sikap lain yang ada pada diri kita semua agar perkara itu tidak terkena kepada diri kita, setiap orang berusaha tetap berada pada nilai-nilai iman, pada hukum Syariah dan pada akhlak yang mulia, tetap melakukan amar makruf dan mencegah diri dari perkara yang mungkar, walaupun secara umum masyarakat sudah tidak dapat lagi membedakan mana yang makruf dan mana yang mungkar, bahkan masyarakat sudah melihat sesuatu yang makruf itu mungkar, dan sesuatu yang mungkar itu menjadi makruf, sebab kemungkaran sudah menjadi kebiasaan, sedang kebaikan sudah menjadi suatu yang langka. Pada ssat yang demikian seorang muslim harus istiqamah bersikap pada kebenaran dan tidak berpihak kepada kebatilan dan kedzaliman. Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah bersabda : “ Janganlah kamu berdiri disisi laki-laki yang membunuh orang yang teraniaya. Sesungguhnya kutukan itu akan turun kepada orang yang hadir dan tidak meniolak kedzaliman. Dan jangan engkau berdiri di sisi lelaki yang memukul orang yang teraniaya, karena kutukan itu akan turun ke atas orang yang hadir dan tidak menolak kedzaliman tersebut “ ( hadis riwayat Thabrani )

Ibnu Masud berkata bahwa Rasulullah bersabda : “ Allah taala tidak mengutus seorang nabi melainkan nabi tersebut akan mempunyai pembantu-pembantu, maka nabi itu berdiri di tengah mereka berbuat sesuai dengan kitab Allah dan perintahNya, sehingga apabila Allah memanggil Nabi itu kembali kepadaNya maka pembantu-pembantu nabi itu bekerja menurut Kitab Allah dan perintah Nya dan sunnah nabi mereka. Apabila mereka telah tiba habis binasa, maka sesudah mereka ada suatu kaum yang naik ke atas mimbar mengatakan apa yang mereka pandang baik dan berbuat apa yang mereka pandang buruk ( tidak sesuai apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan ). Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah diatas tiap=tiap orang mukmin itu berjihad menolak perbuatan tersebut dengan tangannya, dan jika tidak mampu maka menolak dengan lidahnya, dan jikalau tidak mampu, maka tolak dengan hatinya. Jika tidak demikian, maka tidak adalah dibalik itu islam “ ( Hadis sahuh riwayat Muslim ).

Abubakar Assiddiq bertanya : Ya Rasulullah adakah jihad selain memerangi orang kafir musyrikin ? Rasulullah menjawab ; “ Ada, wahai Abubakar. Bahwasanya Allah Taala itu mempunyai pejuang-pejuang ( mujahidin ) di bumi yang lebih utama dari orang-orang syahid ( syuhada ). Mereka itu hidup, memperoleh rezeki, berjalan di atas bumi Allah berbangga dengan mereka pada malaikat-malaikat langit, dan surga mereka berhias sebagaimana ummu salmah berhias untuk rasulullah. Abubakar bertanya : “ Ya rasulullah, siapakah mereka ? “. Rasulullah menajwab : “ Mereka itu adalah orang-orang yang melakukan amar makruf dan mencegah yang mungkar, mereka berkasih-kasihan pada  jalan Allah, dan kalau mereka marah, maka marah mereka juga pada jalan Allah “. Kemudian Rasulullah melanjutkan : “ Demi Allah yang nyawaku ditanganNya. Sesungguhnya seorang hamba dari mereka itu berada dalam kamar diatas segala kamar, di atas kamar orang-orang yang syahid. Masing-masing kamar dripadanya mempunyai tiga ratus ribu pintu, diantaranya terdapat pintu dari batu permata merah ( ya’kut 0 dan batu permata hijau ( zamrud ), dan diatas masing-masing pintu itu terdapat cahaya ( nur ), dan setiap orang dari mereka akan dikawinkan dengan tiga ratus ribu bidadari yang memiliki wajah yang cantik. Setiap kali orang itu berpaling kepada salah seorang dari bidadari itu, dan memandang kepadanya, maka bidadari itu akan berkata ; ‘ Adakah engkau teringat akan hari dimana hari itu engkau melakukan amar makruf dan nahi mungkar ? “ Setiap kali memandang kepada bidadari -bidadari itu, maka bidadari itu akan mengingatkan lelaki tersebut akan tempat-tempat dimana ia melakukan amar makruf dan nahi mungkar “. ( ihya Ulumudin, bab amar makruf dan nahi mungkar ).

Abu Darda berkata : Hendaklah kamu melakukan amar makruf dan mencegah ( nahi ) mungkar, sebab jika tidak kamu lakukan, maka akan berkuasa atas kamu penguasa yang dzalim, yang tidak akan memuliakan orang yang tua dan tidak menyayangi orang yang muda. Jika ada orang-orang pilihan kamu yang berdoa kepada penguasa tersebut, maka doa itu tidak diterima, dan jika kamu meminta pertolongan kepadanya, maka kamu tidak akan ditolong, dan jika kamu meminta pangampunan kepadanya, maka kamu tidak akan diberi pengampunan atas kesalahan yang kamu lakukan.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah : “ Ya Rasulullah, apakah Allah Taala akan membinasakan suatu kampung, walaupun di kampung tersebut terdapat orang yang saleh ? “ Rasulullah saw menjawab : “ Ya “. Sahabat bertanya lagi : “ Disebabkan apa mereka dibinasakan Ya Rasulullah ? Rasululah menjawab : “ Disebabkan mereka memandang mudah dan berdiam diri  daripada melarang perbuatan yang mendurhakai Allah Taala “.  Oleh sebab itu Tasulullah bersabda ; “ seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak menyuruh kepada keadilan, dan tidak tidak melarang kejahatan “ ( riwayat Ibnu Hibban )

Hudzaifah berkata bahwa Allah Taala pernah mewahyukan kepada Nabi Yusya bin Nun ( nabi setelah nabi Musa as dari kalangan Bani Israel ) : “ Bahwasanya Allah Taala akan membinasakan dari kaummu empat puluh ribu orang dari kalangan orang yang baik, dan enam puluh ribu orang dari kalangan orang yang jahat “. Mendengar itu Nabi Yusya bin Nun berdoa : “ Wahai Tuhanku, mereka itu orang yang jahat engkau binasakan,tetapi bagaimana dengan orang yang baik ? Allah Taala berfirman : “ Karena mereka itu tidak marah dengan kemarahanKu, malahan mereka itu wakil mewakilkan sesuatu kepada orang yang jahat, dan minum-minum bersama mereka ‘. Oleh sebab itu Bilal bin Sa’ad berkata : “ Bahwasanya perbuatan maksiat itu apabila disembunyikan niscaya tidak akan mendatangkan mudharat kecuali kepada dirinya sendiri, tetapi apabila perbuatan buruk tersebut dinampakkan di depan orang ramai, dan tidak dicegah serta dihilangkan, maka hal itu akan mendatangkan kemudharatan kepada semuanya secara umum ‘. Semoga setiap orang dapat selalu menganjurkan kebaikan, dan mencegah kemaksiatan, sehingga masyarakat akan menjadi masyarakat  yang mulia, baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur, masyarakat yang berada di dalam negeri yang baik dan mendapat ampunan ilahi. Fa’tabiru ya ulil albab.

 

 

 

 

 

 

Buletin

Share This