1434 KEGEMBIRAAN SEORANG MUSLIM

today November 21, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

 

Katakanlah : Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah dengan itu mereka bergembira ( QS. Yunus : 58)

 

Setiap manusia pasti mencari kebahagian hidup, baik pada waktu hidup di dunia ini maupun kebahagiaan hidup di masa yang akan datang. Kebahagiaan di dunia itu bersifat sementara sedangkan kebahagiaan di akhirat bersifat kekal dan abadi. Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia", dan tiadalah baginya bahagian yang menyenangkan di akhirat. Dan di antara mereka juga ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah : 200-201).

 

Bagi seorang muslim,  kebahagiaan dan kegembiraan itu merupakan rahmat dan pemberian dari Allah taala. Di dalam kitab suci Al Quran, Allah Tala berfirman : “ katakanlah : Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Hal itulah yang lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan “ ( Surah Yunus : 58 ).

 

Sahabat nabi, Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan Tabiin ( pengikut sahabat ) Hasan al Basri menyatakan bahwa yang dimaksud dengan karunia Allah dalam ayat ini adalah agama Islam; sedangkan yang dimaksud dengan rahmat-Nya dalam ayat ini adalah kitab suci Al Quran. Menurut sahabat nabi yang lain, Abu Said al Khudri menyatakan bahwa maksud dari karunia Allah dalam ayat tersebut  adalah Al Quran, dan maksud dari rahmatNya adalah  “ menjadi ahli Quran, orang yang memahami Al Quiran “. Oleh sebab itu karunia  Allah itu lebih umum daripada rahmat Allah. Karunia Allah diberikan kepada semua orang islam, sedangkan rahmat Allah hanya diberikan kepada sebagian orang islam yang dapat mendalami dan memahami Al Quran.  Allah Taala menjadikan seseorang itu menjadi pemeluk agama islam dengan karuniaNya dan memberikan pemahaman terhadap Al Quran merupakan rahmatNya sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran :  “ dan kamu tidak pernah mengharapkan Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu “ ( Surah al Qashash : 86). Gembira adalah kelezatan yang dirasakan oleh hati karena mendapatkan apa yang dicintai dan diinginkan dan kesedihan adalah kehilangan sesuatu yang dicintai.

 

Dalam Al Quran ada kegembiraan yang dicela dan ada kegembiraan yang dipuji.Kegembiraan yang dicela dinyatakan dalam Al Quran : “ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh  orang yang kuat-kuat, ketika kaumnya berkata kepadanya : “ janganlah kamu bergembira (bangga ) , karena Allah tidak menyukai orang yang terlalu bergembira ( karena berbangga dengan harta ) “ ( Surah al qashah : 76 ). “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami akan membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka,Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka diam dan berputus asa ‘ ( Surah Al An’am : 44 ).

 

Dari kedua ayat diatas dapat dilihat bahwa Al Quran mencela kegembiraan yang disebabkan oleh harta kekayaan dan pintu-pintu kesenangan dunia. Sebab bagi seorang mukmin, kesenangan dunia bukan menjadi penyebab kegembiraan, sebab kesenangan tersebut merupakan ujian apakah kita bersyukur atau menjadi kufur, sebagaimana sikap nabi Sulaiman  sewaktu beliau mendapat nikmat Hal ini dinyatakan dalam kitab suci Al Quran : “ maka tatkala Sulaiman melihat singasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata : Ini karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau aku menjadi kufur “ ( Surah an naml/27 : 40 )

 

 

Sedangkan kegembiran yang dipuji dalam Al quran adalah :“ Dan, apabila diturunkan suatu surah, maka diantara orang munafik ada yang berkata : Siapakah diantara kalian yang bertambah imannya dengan turunnya surah ini ? Adapun orang yang beriman maka surah itu akan menambah imannya, dan mereka merasa gembira “ ( Surah at taubah : 124 ). Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa kegembiraan seorang mukmin adalah apabila dia mendapatkan ayat-ayat Al Quran, dengan ayat itu dapat menambah imannya kepada Allah taala. Oleh sebab itu ulama berpendapat bahwa kesenangan dan kegembiraan yang dipuji oleh Alah adalah kegembiraan yang dikaitkan dengan mengenal Allah, mengenal rasuNya,mendengar dan memahami Al Quran dan sunah Rasul,  mendapat ilmu pengetahuan, dan sesuatu yang dapat menguatkan keimanan, dan kegembiraan dapat menjalankan perintah Allah dan dapat menjauhkan diri darpadai laranganNya.  Kegembiraan dengan iman inilah yang akan menjamin kegembiraan di akhirat : “ Adapun orang yang diberi kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira “ ( Surah al Insyiqaq: 7-9) “ Maka Tuhan memelihara mereka daripada kesusahan hari itu dan memberikan kepada mereka kejernihan wajah dan kegembiraan hati “ ( Surah Al Insan : 11 ).

 

Sedangkan kegembiraan atas kesenangan dan kenikmatan  dunia sehingga melupakan nilai-nilai keimanan akan berakibat kepada kesengsaraan di akhirat “ Adapun yang diberi kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak : Celakalah aku. Dan dia akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya ini diakibatkan karena dia dahulu (di dunia ) bergembira ( dengan nikmat dunia ) bersama-sama dengan keluarganya/kaumnya” (Surah Insyiqaq : 10-13).

 

Ibnu Qayim Al Jauzi, dalam kitab Madarijus Salikin menyatakan bahwa kegembiraan itu ada tiga macam :

 

1. Kegembiraan rasa dengan menghubungkan diri kepada Allah, dengan mendapat ilmu pengetahuan, dengan merasakan kebersamaan denganNya. Menghubungkan diri dengan Allah, dengan melakukan segala aktiviti dibawah jalan-jalan dan hukum yang diperintahkanNya, dan menghindarkan diri daripada larangan-laranganNya, sebagaimana kegembiraan dengan melakukan shalat, puasa, zakat, haji, mendapatkan harta kekayaan dengan cara yang halal, menjalankan kekuasaan sesuai dengan keadilan yang diperintahkannya, bersilaturahmi, menolong orang faqir miskin, dan kegembiraan berjuang di jalan Allah. Kegembiraan dengan mendapatkan ilmu pengetahuan, dengan cara membaca Al Quran, memhamani Al Quran, mempelajari hadis-hadis nabi, sirah perjalanan hidup rasulullah, hukum-hukum agama, dan lain sebagainya. Kegembiraan bersamanya dengan selalu berdoa, bermunajat, berzikir, dan menghubungkan diri kepadaNya.

 

2. Kegembiraan kesaksian (bukti ), maksudnya segala amal ibadah, sikap dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan bukan hanya untuk menjalankan kewajiban tetapi merupakan sikap ubudiyah (penghambaan ) kepada Allah, sehingga dengan segala kegembiraan akan menjalankan perintah dan berusaha mendapatkan keridhaanNya. Menjalankan amal ibadah bukan karena wajib atau karena ingin mendapatkan pahala tetapi mencari keridhaanNya. Kegembiraan jika dapat selalu hidup dalam kecintaan dan penghambaan kepada Tuhan dan kesedihan jika berda dalam keadaan yang dimurkai Allah, atau tidak diridhaiNya. Gembira jika dapat mempergunakan segala waktu kehidupan, segala kekayaan, segala kekuasaan, kedudukan hanya untuk menjalankan perintahNya, menghambakan diri kepadaNya, dengan perbuatan, dengan harta kekayaan, dengan pikiran, dengan tenaga, dan dengan jiwa; dan merasakan kesedihan jika masih ada masa yang terluang tanpa mengingat Allah, masih ada kekayaan yang belum dipergunakan untuk berjihad di jalan Allah, masih ada tenaga yang dipakai untuk kesenangan nafsu. Kegembiraan inilah yang digambarkan oleh Abubakar shiddiq sewaktu memberikan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan  Islam.

 

3.Kegembiraan ruh dengan memenuhi segala hajat keimanan selama hidupnya sehingga ruh dapat keluar dari badan dengan senyum kegembiraan. Ibnu Abbas berkata ; Kegembiraan dunia adalah kegembiraan pada saat kematian, di saat malaikat datang dengan membawa rahmat dan berita gembira daripada Allah taala. Dan kegembiraan akhirat adalah di saat keluarnya ruh  orang yang beriman mukmin  naik dan berjumpa dengan Allah Taala”.

 

Usaha agar ruh dapat kembali dan keluar dari jasad dalam keadaan tenang dan gembira merupakan perintah Allah sebagaimana dinyatakan dalam kitab suci Al Quran  : “ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh keridhaan sehingga engkau juga mendapatkan keridhaan daripadaNya “ ( Surah al Fajr/89 : 27-28).Kegembiraan ruh ini dapat tercapai jika seorang muslim telah merasakan kegembiraan berhubungan dengan Allah, kegembiraan menjalankan kehidupan dengan penuh keimanan, dan kegembiraan dapat menjadikan seluruh hidupnya sebagai saksi(syahadah) bagi penghambaan kepada Allah.

 

 

Buletin

Share This