1433 CINTA RASUL

today November 7, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Katakanlah, bila engkau mencintai Allah, maka taatlah kepadaku niscaya Allah akan menyayangimu “.   ( QS. Ali Imran : 31 ).

Cinta kepada Rasul merupakan syarat keimanan seorang muslim. Oleh sebab itu dalam hadis yang disampaikan oleh Anas  bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Seseorang diantara kamu tidak menjadi orang yang beriman sampai dia itu lebih sayang kepadaku daripada sayangnya kepada anak-anaknya, ayahnya, dan dari semua orang lain “ ( riwayat Bukhari, Muslim dan Nasai ).  Malahan dalam hadis yang lain juga dinyatakan bahwa cinta rasul adalah cara untuk mendapatkan kemanisan iman. Sahabat Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda : Ada tiga hal yang menyebabkan setiap orang  akan merasakan manisnya iman, yaitu (1) Bila seseorang itu mencintai Allah dan rasulNya lebih dicintainya daripada apapun juga, (2) Bila seseorang itu dia mencintai sesuatu hanya karena Allah Taala (3) Bila seseorang itu tidak menyukai untuk kembali kepada sikap kufur dan kekafiran sebagaimana dia tidak menyukai untuk  dilemparkan ke dalam api neraka “ ( riwayat Bukhari Muslim ).

Pada suatu hari Sayidina Umar bin Khattab berkata kepada Nabi Muhammad saw : “ Aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku sendiri “. Nabi menjawab : Tidak seorangpun diantara kamu yang beriman, sehingga aku lebih dicintainya daripada jiwanya sendiri “. Umar bin Khattab segera menjawab : “ Demi Dzat yang menurunkan kitab suci alQuran ini kepadamu, aku mencintaimu melebihi dari cintaku kepada diriku sendiri “. Rasulullah saw menjawab : Wahai Umar, sekarang kamu telah mendapatkannya “. ( Hadis riwayat Bukhari ). Malahan menurut Sahabat Anas bin Malik, pernah seorang lelaki datang kepada Nabi dan bertanya : Ya Rasulullah, kapankah hari kiamat terjadi ? Nabi menjawab : Apakah yang telah kamu persiapkan untuk menghadapi itu ? Orang itu menjawab : Aku belum mempersiapkan diri dengan banyak shalat, atau amal sedekah, tetapi aku telah mempersiapkan diri dengan mencintai Allah dan rasulNya “. Nabi bersabda : “ Engkau akan bersama-sama orang yang engkau cintai “.( Bukhari ).

Cinta berarti  selalu merindukan orang yang dicintai. Oleh sebab itu dalam sebuah riwayat –menurut ibnu Ishaq -disebutkan bahwa ada seorang perempuan yang telah kehilangan ayahnya, saudara laki-lakinya, dan suaminya yang syahid dalam perang uhud. Sewaktu berita kesyahidan keluarganya disampaikan orang kepadanya, maka perempuan tersebut, bukan sedih dengan kematian keluarganya tersebut, malahan bertanya : Apa yang terjadi dengan Rasulullah saw ? Semoga Allah memberkatinya dan melimpahkan kedamaian kepadanya “. Si penyampai berita berkata : “ Alhamdulilah, Nabi saw dalam keadaan baik “. Perempuan itu belum yakin dengan jawaban orang tersebut, dan berkata : “ Tunjukkan dia ( rasulullah ) kepadaku hingga aku dapat melihatnya “. Ketika wanita itu melihat Rasulullah saw , dia berkata : “ Semua penderitaanku tidak ada artinya lagi sekarang ini, sebab engkau telah selamat Ya Rasulullah “.

 Pada waktu sahabat Bilal bin Rabah akan meninggal dunia, maka istrinya berkata : “ Betapa sedihnya perasaanku “. Mendengar itu Bilal berkata kepada istrinya : “ Alangkah bahagianya aku, sebab sebentar lagi aku akan menjumpai orang yang paling aku cintai, yaitu rasulullah  dan sahabat-sahabat yang telah mendahuluiku “. Itulah ungkapan Bilal menggambarkan bagaimana cintanya kepada Rasulullah.

Bagaimanakah tanda cinta kepada Rasulullah ? Qadhi Iyadh dalam kitab “ as-Syifa bi amril Mustafa “ mengatakan bahwa tanda-tanda cinta Rasul ada enam :

Pertama, orang yang cinta Rasul akan berusaha mengikuti akhlak Nabi, mengikuti sunnahnya, melaksanakan perintahnya, dan mengcegah diri dari larangannya. Dalam AlQuran telah disebutkan tentang cinta dan ketaatan : “ Katakanlah, bila engkau mencintai Allah, maka taatlah kepadaku niscaya Allah akan menyayangimu “. ( QS. Ali Imran : 31 ).

Cinta Rasul berarti dengan mengikuti sunahnya. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa Rasulullah saw berkata kepada Anas bin Malik :      ‘ Wahai anakku, bila engkau sanggup menahan dendam di hatimu terhadap siapapun juga pada pagi hari dan malam hari, maka lakukanlah “. Kemudian Rasullulah menambahkan : “ Wahai anakku, perbuatan itu ( tidak dendam kepada siapapun ) adalah sunnahku. Barangsiapa yang menghidupkankan sunnahku maka dia sungguh telah mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di dalam syurga “. ( riwayat Tirmidzi ). Dari hadis ini terlihat, sunnah nabi bukan terbatas kepada pakaian, janggut, serban dan jubah, tetapi lebih kepada akhlak, sebagaimana nabi nyatakan dalam hadis ini bahwa tidak dendam kepada siapapun adalah perbuatan mengikuti sunah nabi.

Kedua, tanda cinta Rasul adalah lebih menyukai segala hukum-hukum yang  ditetapkan oleh Rasulullah daripada peraturan, hukum yang dibuat oleh hawa nafsu manusia dan keinginan sendiri. Dalam al Quran dinyatakan bahwa : “ Bagi orang beriman baik itu laki-laki maupun perempuan jika Allah dan rasulNya telah menetapkan sesuatu bagi urusan mereka, maka mereka tidak boleh mencari  pilihan yang lain selain dari yang telah ditetapkan Allah dan RasulNya pada urusan tersebut  “ ( QS.Ahzab : 36 ). Malah mereka harus lebih mencintai apa yang disampaikan nabi itu daripada keinginan diri mereka sendiri, sebagaimana kaum Anshar lebih mencintai nabi dan muhajirin daripada diri mereka sendiri ( lihat QS AlHasyr : 9 ).

Ketiga, tanda cinta kepada Rasul adalah dengan selalu mengingat dan menyebut-nyebut namanya. Hasan bin Ali menceritakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Dimanapun kamu berada, maka bershalawatlah kamu kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kamu itu akan disampaikan Allah kepadaku “ ( Ibnu Abi Syaibah dan Nasai ).  “ Barangsiapa melupakan shalawat kepadaku maka dia telah melupakan jalan menuju syurga “ ( Baihaqi ). “Orang bakhil adalah orang yang tidak mengucapkan shalawat kepada Nabi ketika mendengar namaku disebutkan kepadanya “ ( riwayat Tirmidzi, baihaqi dan Nasai ).

Keempat, tanda cinta kepada nabi adalah memuliakannya dengan ketundukan hati untuk melaksanakan segala perintahnya dan merasakan kerendahan diri walaupun ketika mendengar namanya. Sejarawan Islam Ibnu Ishaq menceritakan : Kapan saja sahabat mendengar nama nabi disebutkan setelah beliau wafat, maka mereka merasakan kerendahan diri, sehingga badan mereka gemetar “. Hal ini terjadi sebab setiap disebutkan nama nabi di

depan mereka, maka mereka mengingat segala perintahnya dan larangannya, serta sunnah-sunnah dan akhlaknya, dan mereka merasa takut dan gemetar dengan kelemahan yang ada pada diri mereka.

Kelima, tanda cinta kepada nabi adalah kecintaan kepada kitab suci alQuran , sebagaimana dinyatakan oleh Sahal ibnu Abdilah : “ Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai al Quran. Tanda cinta kepada al Quran adalah cinta kepada Rasulullah. Tanda cinta kepada Rasulullah, adalah mencintai sunah-sunahnya. Tanda mencintai sunnah-sunnahnya adalah mencintai kehidupan akhirat. Tanda mencintai kehidupan akhirat adalah kebencian ( tidak tergoda ) oleh kehidupan dunia. Tanda benci dunia adalah engkau tidak menyimpan kekayaan dunia kecuali hanya untuk bekal hidup di dunia,  sehingga engkau meninggalkan dunia, dan  datang dengan selamat menuju  kehidupan akhirat “ .

Keenam, cinta kepada Nabi adalah cinta kepada keluarga nabi, dan sahabat-sahabatnya. Nabi bersabda : Barang siapa mencintai mereka (Hasan dan Husein, cucu nabi ), sesungguhnya telah mencintai aku “ ( Bukhari ). Dalam hadis yang lain rasulullah juga bersabda : “ Tanda iman yang sesungguhnya adalah mencintai sahabat-sahabat Anshar sedang tanda kemunafikan adalah kebencian terhadap mereka “ ( riwayat Bukhari Muslim ).

Ketujuh, tanda cinta kepada nabi adalah mencintai umat dan pengikutnya dan membela serta membantu perjuangan mereka sebagaimana dinyatakan dalam al Quran bahwa : “ Nabi itu sangat sayang kepada orang yang beriman “ ( Qs. Taubah : 128 ).

 Kedelapan, tanda cinta kepada nabi adalah dengan membenci orang yang dibenci oleh Allah dan rasulNya sebagaimana dinyatakan dalam alQuran : “ Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat yang  saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah da RasulNya “ ( QS alMujadilah : 22 ).

Pada saat ini, negara perancis melakukan penghinaan kepada  Nabi Muhammad saw, dengan meletakkan gambar kartun nabi di dinding kantor, dengan alasan kebebasan bersuara, dan kebebasan menghina, oleh sebab itu sebagia tanda cinta kepada Nabi, umat Islam wajib bersikap menolak penghinaan tersebut dengan  memberikan  tekanan ekonomi dengan memboikot barang yang diproduksi oleh negara tersebut. Jika mereka bebas bersuara, kita juga bebas bersikap untuk memboikot barang mereka sebagai bukti cinta kita kepada junjungan Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.   Fa’atabiru Ya Ulil albab.

Buletin

Share This