1429 Komunisme dan Agama

today October 1, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu  sebelum kamu mengikuti ajaran agama mereka “ ( QS. Al Baqarah : 120 )

Setiap akhir bulan September kita akan mengingat bagaimana usaha partai komunis Indonesia berencana untuk melakukan kudeta kekuasaan, yang dikenal dengan peristiwa Gerakan 30 September. Sejarah juga mencatat bagaimana sikap komunis yang sangat anti terhadap agama. Sudah waktunya, bagi umat Islam, pemberontakan tersebut dijadikan pelajaran yang berharga, sehingga kita selalu waspada terhadap segala bentuk serangan terhadap agama yang telah dilakukan oleh gerakan komunis terhadap umat Islam. Walaupun secara kekuasaan komunis telah hilang tetapi secara ideologi komunisme dalam menghancurkan agama akan tetap berjalan walaupun dengan bentuk, nama, yang berbeda, dimana intinya adalah penghancuran terhadap nilai-nilai dan ajaran agama. Gerakan Neo-komunisme ini selalu mengatakan bahwa komunisme bukanlah anti agama, bukan atheisme, padahal sebenarnya komunisme tidak dapat dipisahkan dengan anti agama sebagaimana tertuang dalam doktrin komunisme yang mereka anut.

Secara bahasa, Komunisme berasal dari kata Communism (Inggeris ) atau Communis (latin ) yang bermakna : umum, sama, publik, dan universal. Sebagai ideologi, komunisme berasal dari teori komunisme yang  berasal dari buku “Manifest der Kommunistischen” yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848  yang mengemukakan teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik. Secara umum komunisme berlandasan pada teori Materialisme Dialektika dan Materialisme Historis, dimana sejarah telah menimbulkan pertentangan kelas antara kaum kaya dan masyarakat miskin padahal komunis berusaha tidak ada kaya dan miskin tetapi semuanya sama, oleh sebab itu tidak ada pemilikan pribadi, sebab pemilikan pribadi memberikan perbedaan kelas. Dalam sejarahnya, Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, di mana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain.Pada saat ini Komunisme sebagai kekuatan politik telah berakhir, tetapi sebagai idologi anti agama tetap berlangsung dengan nama-nama yang lain.

Pandangan komunisme  terhadap agama dapat dilihat  dalam “Manifesto Partai Komunisme “  yang berbunyi:  “ Undang-undang, moral, agama, baginya adalah sama dengan segala prasangka borjuis, yang di belakangnya bersembunyi segala macam kepentingan-kepentingan borjuis. Pada bagian lain dari “ The Communist Manifesto” juga dinyatakan secara jelas, bahwa:  “  ada kebenaran-kebenaran yang bersifat abadi, seperti kemerdekaan, keadilan, dsb., yang lazim berlaku untuk segala keadaan masyarakat. Tetapi Komunisme menghapuskan kebenaran-kebenaran abadi, ia menghapuskan semua agama, dan semua moral, dan bukannya menyusun semuanya itu atas dasar yang baru; karenanya ia bertindak bertentangan dengan segala pengalaman sejarah yang lampau”.

Gagasan dan analisis Karl Marx dan Engels tentang agama yang tertuang dalam Manifesto Komunisme tersebut menunjukkan bahwa agama yang sarat dengan kebenaran abadi perlu dihapus untuk mewujudkan cita-citanya tentang masyarakat bebas kelas. Bagi Karl Marx, perhatian dan penekanan agama pada dunia ghaib, non-material, dan harapan pada kehidupan setelah kematian membantu mengalihkan perhatian orang dari penderitaan nyata dan kesulitan dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, bagi Karl Marx, agama adalah sekumpulan khayal (takhayul) atau lebih tepatnya khayalan-khayalan yang berdampak sangat jahat. Agama adalah contoh ideologi yang paling ekstrem. Agama adalah suatu sistem kepercayaan yang bertujuan sekadar memberi alasan untuk mempertahankan hal-hal yang ada di dalam masyarakat berjalan sesuai dengan kepentingan para penindas. Seperti dengan lugas dinyatakan Marx bahwa: “Agama adalah teori umum dunia ini... logikanya dalam bentuk yang populer... sanksi moralnya, penggenapannya yang sangat penting, landasan penghiburan dan pembenaran yang umum. Agama adalah perwujudan khayal manusia karena manusia tidak memiliki kenyataan. Karena itu, perjuangan melawan agama secara tidak langsung adalah perjuangan melawan dunia yang aroma spiritualnya adalah agama.”

Karl Marx memandang agama semata-mata hanya untuk menenangkan orang dan memungkinkan mereka menerima keadaan sosial tempat mereka hidup dengan harapan akan adanya suatu kehidupan di kemudian hari ketika semua penderitaan dan kesengsaraan akan lenyap untuk selama-lamanya. Pandangan Marx tentang agama inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh kelas penindas untuk melanggengkan tatanan sosial yang menguntungkan mereka. Untuk mewujudkan ideologi Komunisme dan melakukan ekspansinya secara luas, para pengikut Komunisme menggunakan beberapa prinsip, yaitu:

Pertama, sistem totaliter, yang menginginkan semua kegiatan seperti politik, ekonomi, sosial, agama, budaya, dan pendidikan berada di bawah kontrol dan dominasi negara. Kedua, sesuai dengan pandangan faham ini terhadap agama, maka ideologi Komunisme menolak konsep dan ajaran Islam, Kristen dan berbagai agama lainnya. Ketiga, sistem pemerintahan adalah kediktatoran proletariat dengan hanya satu partai, di mana semua organ pemerintah berfungsi menurut yang diinginkan penguasa, yaitu partai komunis. Tidak mengenal kelompok, kecuali kelompok yang mendukung pemerintah. Propaganda dan kekerasan dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Pers sepenuhnya dikuasai negara. Keempat, sistem ekonomi, di mana semua kegiatan ekonomi ditentukan negara, dihapusnya hak-hak perorangan atas alat-alat produksi; dan semua harta kekayaan seperti tanah, mineral, air, hutan, pabrik, tambang dan lain-lain, merupakan milik negara. Semua penduduk harus bekerja untuk negara dan individu merupakan alat untuk mencapai tujuan negara. Kelima, memegang prinsip internasionalisme, yaitu cita-cita menjadikan seluruh dunia berfaham dan berideologi Komunisme.

Adapun taktik yang digunakan oleh komunisme untuk mewujudkan cita-citanya  adalah: Pertama, melakukan infiltrasi dan subversi. Sebelum berkuasa, momunis akan menyelusup ke dalam masyarakat sehingga masyarakat atau kelompok akan berpecah belah dari dalam.   Sejarah telah membuktikan bagaimana komunisme di Indonesia menyelusup ke dalam partai Syarikat Islam sehingga partai tersebut terpecah menjadi Syarikat Islam Merah yang berafilisai kepada komunis dan Syarikat Islam Putih yang murni sebagai gerakan Islam.

Kedua,  bersikap ganda. Kaum komunis sebelum kuat benar, biasanya bermuka dua dan bersikap kompromistis, pura-pura bekerja sama, tetapi lawan-lawan politiknya satu persatu dihancurkan. Kaum komunis yang  atheis memandang agama sebagai racum bagi masyarakat, tetapi mereka pada waktu-waktu tertentu bersikap seeperti orang agama.

Ketiga, memanfaatkan pertentangan. Komunisme akan selalu memunculnya konflik di dalam masyarakat, baik konflik antara kaya-miskin, buruh majikan, dan pertentangan antar asuku, agama, ras, dan adat. Konflik tersebut akan dimanfaatkan dan dieksploitasi sebagai sikap perlawanan menuju sebuah revolusi yang akan mereka kendalikan untuk kekuasaan mereka.  Tidak jarang mereka melakukan tipu-muslihat, rayuan, dan provokasi sehingga masyarakat bergejolak, dan mereka akan mengambil keuntungan dari keadaan tersebut, sedangkan kelompok yang berjuang bersama mereka tidak akan mendapatkan apa-apa, malah akan dihancurkan sewaktu mereka menduduki kekuasaan.

Dari taktik diatas dapat kita lihat dalam sejarah hari ini, munculnya gerakan  kebebasan berpendapat, gerakan feminisme,Gerakan hak asasi kemanusiaan, dan lain sebagainya, dimana  inti dari gerakan tersebut adalah  untuk menghancurkan ajaran agama dan tatanan nilai-nilai dari masyarakat.  

Kita sadar bahwa teori komunisme tersebut disuarakan oleh Karl Mark, seorang yahudi dengan tujuan untuk menghancurkan agama sebagaimana dinyatakan oleh al Quran : “ Orang yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepada kamu sebelum kamu mengikuti agama mereka “. ( QS. AlBaqarah : 120 ) Oleh sebab itu, Muktamar Alim Ulama seluruh Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 8-11 September 1957 di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, dan dihadiri oleh 325 orang Ulama. mengambil keputusan dalam menyatakan bahwa  ajaran Komunis adalah : (1).Ideologi atau ajaran Komunis dalam lapangan filsafat berisi atheisme, dan anti agama; (2).ldeologi atau ajaran Komunis dalam lapangan sosial menganjurkan pertentangan kelas dan perjuangan kelas; (3).Ideologi atau ajaran komunis dalam lapangan ekonomi adalah menghilangkan hak perseorangan; (4).Ideologi atau ajaran demikian itu bukan saja berlawanan dengan ajaran Islam pada khususnya dan agama-agama lain pada umumnya, akan tetapi merupakan tantangan dan serangan terhadap hidup keagamaan pada umumnya. Semoga kita selalu waspada terhadap gerakan-gerakan yang akan mengembalikan doktrin  komunisme baru  yang akan  menghancurkan nilai dan ajaran agama. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

Buletin

Share This