1425 KHALIFAH

today September 5, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Dan ingtalah ketika Allah berfirman kepada malaikat : Susungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di muka bumi “ ( QS. Al Baqarah : 30 )

Istilah “Khalifah” sudah ada sebelum nabi Adam as diciptakan, karena sewaktu Allah Taala berkata kepada malaikat bahwa Dia akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi, pada waktu manusia yaitu Nabi Adam belum diciptakan, . Maksud  “ khalifah “ disini adalah seseorang makhluk yang dapat memimpin dan mengatur kehidupan di atas bumi. Dalam dialog antara Allah Taala dan malaikat, Allah Taala menyatakan “ Sesungguhnya Aku akan menciptakan Khalifah di atas permukaan bumi “, Allah tidak menyebutkan “ Aku akan menjadikan manusia “, juga tidak menyatakan “ Aku akan menciptakan Adam “, tetapi menyebutkan “ Aku akan menciptakan Khalifah “. Berati “ Khalifah “ adalah kedudukan tertentu yang bertugas untuk mengatur kehidupan di atas permukaan bumi.

Oleh sebab itu malaikat bertanya kepada Allah Taala : “ Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang akan menumpahkan darah dan membuat kerusakan di atas permukaan bumi , sedangkan kami para malaikat selalu bertasbih dan mensucikanMu “. Allah Taala menjawab : “ Aku lebih mengetahui daripada kamu sekalian “. Mengapa malaikat bertanya : “ Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang akan menumpahkan darah dan membuat kerusakan di atas permukaan bumi ? Pertanyaan malaikat tersebut berdasarkan kerja makhluk yang selama ini mengurus bumi selalu membuat kerusakan dan pertumpahan darah sebelum Nabi Adam as diciptakan. Siapakah makhluk tersebut ? Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dinyatakan bahwa  berdasarkan riwayat Ibnu Abbas ; “ Sesungguhnya jin telah merusak di atas permukaan bumi, dua rubu tahun sebelum Adam as diciptakan” ( Tafsir Ibnu Katsir, jilid 1, hal. 90 ). “ tatkala jin membuat kerusakan di muka bumi dan pertumpahan darah. Maka Allah Taala mengirim Iblis Bersama tentera dri kalangan malaikat membunuh jin yang waktu itu berada di bumi, dan mengusir mereka sehinga ke ujung dunia, di pulau-pulau dan lautan “ ( Ibnu Katsir, Bidayah wan Nihayah, jilid 1, hal.68).

Mengapa Iblis bersama malaikat memerangi jin? . Menurut Qatadah,  pada waktu itu  iblis adalah pemimpin malaikat di langit dunia, terlebih lagi  kedudukan Iblis pada waktu itu adalah makhluk yang diberi kekuasan untuk memegang perbendahaarn syurga dan menjadi penguasa langit dunia dan penguasa di atas permukaan bumi ( Bidayah Nihayah Ibnu Katsir, hal.88 ). Hanya saja setelah Iblis tidak mengkut perintah sujud kepada Adam as, barulah Iblis menjadi makhluk yang terhina sebab membangkang perintah Allah Taala. Berdasarkan penglihatan malaikat atas kerja Jin yang merusak kehidupan bumi dan menumpahkan darah tersebut itulah, maka mereka bertanya kepada Allah : “ Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan dan menumpauhkan darah “. Allah Taala menjawab : “ Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui “ ( QS. Al Baqarah : 30 ).

Dari ayat tersebut diatas, kita melihat, bahwa setelah terbukti jin tidak mdapat mengatur kehidupan di bumi dengan baik, maka Allah akan menjadikan makhluk lain yang akan memimpin dan mengatur kehidupan di atas permukaan bumi, yang disebut dengan khalifah. Pada waktu itu makhluk yang ada hanya jin dan malaikat. Jin telah dicoba untuk mengatur kehidupan di bumi, tetapi gagal, karena ternyata kepemimpinan jin tersebut membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Oleh sebab itu , Allah menciptakan makhluk baru yang memiliki kemampuan untuk hidup dan mengatur kehidupan diatas permukaan bumi. Jika malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin diciptakan dari api maka manuisa diciptakan dari tanah.

 Allah Taala ciptakan Adam as, sebagai manusia pertama yang akan menjadi asal usul semua umat manusia yang akan menjadi khalifah – khalifah selanjutnya. Agar tugas dan amanah khalifah tersebut tetap ada selama bumi itu ada, maka Allah Taala ciptakan Hawa sebagai pasangan Adam as, sehingga dengan hubungan  Adam dan Hawa tersebut, maka akan lahir anak cucu Adam as, yang bertugas sebagai khalifah di atas permukaan bumi sampai berakhirnya kehidupan di atas bumi tersebut.

Dalam menjalani tugas khalifah tersebut dalam diri manusia dilengkapi dengan fasilitas yang sempurna yang telah ada dalam penciptaan diri manusia tersebut seperti badan, jiwa, hati, akal, nafsu, dengan sebaik-baik penciptaan “ Sungguh Kami telah ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk “ ( QS. At Tin : 3 ). Dan untuk memudahkan kehidupan manusia di atas permukaan bumi, maka Allah jadikan jasad manusia seperti jasad hewan, makhluk yang sudah berada di bumi sebelum penciptaan manusia, hanya saja hewan tidak memiliki akal, sedangkan manusia memiliki akal yang merupakan peangkat hidup yang utama dalam mengatur dan memimpin kehidupan.

Akal akan berfungsi dengan baik, dan dapat dipakai untuk menjalankan tugas khalifah dengan baik, jika akal tersebut dilandasi dengan iman. Maka Nabi Adam as dan seluruh anak cucu Adam yang akan dilahirkan diminta terlebih dulu untuk melakukan perjanjian iman kepada allah Taala sebagaimana yang dinyatakan dalam al Quran : ‘  Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah telah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, dimana Allah berfirman: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul,  Ya Allah, Engkau, Tuhan kami, kami menjadi saksi akan perkara ini". ( QS. Al A’raf : 172) 

Demikian juga agar manusia dapat menjalankan tugas khalifah, dapat mengatur kehidupan dunia dengan lebih baik, maka manusia diberi ilmu pengetahuuan, itulah sebabnya setelah penciptaan, Nabi Adam as diberikan ilmu atas semua benda yang ada dalam alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam al Quran : “ Dan diajarkan kepada Adam as semua nama-nama benda “ ( QS. Al Baqarah : 31 ) dan kemudan Adam disuruh untuk memperlihatkan kemampuan ilmu tersebut kepada malaikat, agar malaikat melihat bahwa Adam as dan anak cucunya memang layak menjadi khalifah di muka bumi, sebagaimana dinyatakan oleh Al Quran : “ Kemudian Adam mengemukakan nama-nama tersebut kepada malaikta, maka Allah berfirman : “ Sebutkanlah nama-nama tersebut jika memang kamu merasa benar “ ( QS. Al Baqarah : 32 ). Malaikat sadar bahwa mereka tidak dapat mengemukakan nama-nama benda sebagaimana yang dikemukakan oleh Adam, maka mereka berkata : “ maha suci Engkau Ya Allah, tidak ada yang kami ketahui melainkan apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesunguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana “ ( QS. Al Baqarah : 32 ).

Setelah malaikat melihat kemampuan Adam terhadap ilmu dengan dapat mengemukakan nama-nama benda, maka Allah berfirman : “ Hai malaikat, sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah seluruh malaikat kecuali Iblis, ia segan dan takabbur maka jadilah ia termasuk makhluk yang kafir kepada Allah taala “ ( QS. Al Baqarah : 34 ). Sujud para malaikat kepada Adam, dan pembangkangan serta kesombongan Iblis atas perintah Tuhan, merupakan jalan bagi Adam as untuk menjadi khalifah di muka bumi, yang bertugas untuk mengatur seluruh kehidupan berdasarkan iman dan ilmu pengetahuan yang telah diberikan kepadanya. “ Allah mengangkat derajat dan kedudukan orang-orang  yang beriman dan berlimu pengetahuan dengan beberapa derajat “ ( Qs. Al Mujadilah : 11 )

Iman dan ilmu adalah modal utama untuk menjadi khalifah di muka bumi,sebab keduanya merupakan modal untuk beramal, beraktivitas dan bergerak dalam menjalankan tugas memimpin dan mengatur kehidupan hidup di atas permukaan bumi, yang akan mewujudkan kesejahteraan hidup dan kebahagiaan hidup di dunia. Kepemimpinan dunia dilaksanakan dengan mempergunakan seluruh potensi alam untuk kebahagian hidup, sebab itu manusia diberi kebebasan untuk mempergunakan alam baik di bumi dan di langit selama untuk kelangsungan hidup : “ Dan Kami ( allah ) telah menundukkan bagi kamu apa saja yang ada di langit dan di bumi semuanya “ ( QS. Al jatsiyah : 13 ).

Tugas khalifah  untuk menguasai alam, dan mempergunakan potensi alam untuk kelangsungan hidup dengan memanfaatkan seluruh alam semesta hanya dapat dilakukan dengan ketrampilan dan skill. Itulah sebabnya sebaik Adam as turun ke bumi, datanglah malaikat Jibril  untuk mengajarkan menanam gandum, memproses biji gandum menjadi tepung gandum, dan memasak tepung gandum agar layak di makan.  Selanjutnya malaikat Jibril mengajar Nabi Adam as untuk membuat pakaian daripada kulit binatang ( Ibnu Kasir, Bidayah wan Nihayah, hal.166 ), sebagaimana  Nabi Nuh as diajarkan cara membuat kapal (QS.Hud : 37 )  dan Nabi Daud  as diajarkan cara mengolah besi menjadi baju besi (QS. Saba’ : 10 ). Dengan iman, ilmu, dan ketrampilan inilah manuisa dapat menjadi khalifah di muka bumi, amanah yang diberikan Allah kepadanya untuk memakmurkan kehidupan manusia dan alam semesta. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

 

 

Buletin

Share This