1422 Peran Umat Islam Dalam Kemerdekaan

today August 15, 2020 account_circle Arifin Ismail

 

“ Kami berikan kebaikan dan keburukan itu sebagai ujian bagi kamu “ ( QS. Anbiya:35) 

Kemerdekaan bangsa Indonesia pada tujuh belas agusus tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima merupakan rahmat Allah Taala kepada bangsa Indonesia. Kemerdekaan tersebut bukan sekedar peristiwa politik tetapi sebuah peristiwa keimanan sebab secara nyata bagaimana mungkin bangsa Indonesia dapat keluar dari penjajahan Belanda yang telah berkuasa selama 350 tahun, bahkan penjajahan dilanjutkan oleh Jepang, dan diteruskan oleh penjajah sekutu yang tidak rela negeri subur tersebut merdeka sehingga walaupun bangsa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya, penjajah barat  yang bergabung dalam tentera sekutu  melakukan penyerangan kembali dalam agresi pertama dan kedua agar bangsa Indonesia tetap dalam keadaan terjajah.

Walaupun pasukan sekutu kembali datang untuk menjajah bangsa Indonesia yang telah merdeka,   bangsa Indonesia tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan tersebut, maka hanya dengan rahmat Allah dan kekuatan iman, bangsa Indonesia dapat mengalahkan pasukan sekutu, dan tetap menjadi bangsa merdeka. Bayangkan jika mengandalkan kekuatan senjata, bangsa Indonesia tidak mungkin menang dari serangan pasukan sekutu, tetapi kekuatan iman dan rahmat Allah yang menolong bangsa Indonesia yang bersenjatakan bamboo runcing dapat mengalahkan pasukan sekutu tersebut.

Demikian juga pada waktu Indonesia dijajah Belanda,  bangsa Indonesia berani mengangkat senjata melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan negeri ini dengan semangat dan kekuatan iman  yang dipelopori oleh para ulama seperti Pangeran Diponegoro,  di pulau jawa , Teuku Umar Johan Pahlawan, Tengku Cik Ditiro, dari negeri Aceh, Imam Bonjol, dari Sumatra barat, Sultan Hasanuddin, dari Sulawesi,  dan lain sebagainya. Perjuangan prakyat Bersama ulama Ini merupakan bukti betapa besar sumbangan dan pengorbanan  umat Islam dalam menegakkan kemerdekaan bangsa. Malahan sejarah membuktikan bahhwa perjuangan kemrdekaan tersebut bukan hanya terletak di bahu kaum lelaki, juga dilakukan oleh kaum wanita sebagaimana yang dilakukan oleh pahlawan dari kalangan wanita seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, dan lain sebagainya.

Perjuangan kemerdekaan yang diawali oleh perjuangan yang dimulai oleh para ulama, dari satu daerah kepada daerah lainnya dilanjutkan dengan perjuangan yang dilakukan secara kolektif melalui organisasi dan  lembaga sosial seperti Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 1912, Nahdatul Ulama berdiri pada tahun 1922, Syarikat Islam, Al Washliyah, Al Irsyad, Persatuan Umat Islam, dan lain sebagainya dengan anggota dari berbagai macam profesi, dan datang dari seluruh wilayah dan pulau. Sehingga perjuangan yang dilakukan oleh para ulama, santri dan umat Islam terdahulu secara individual dan bersifat kedaerahan tersebut dilanjutkan perjuangan secara organisasi kemasyarakatan, sehingga berdirilah negara Indonesia dengan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno – Hatta.

Kemerdekaan tersebut sangat berarti bagi bangsa Indonesia, sebab kemerdekaan tersebut telah membebaskan Indonesia dari penjajah barat, baik dari penjajahan Portugis yang berafiliasi kepada agama katholik, atau penjajahan Belanda yang berafiliasi dengan agama protestan, dan penjajahan Jepang yang merupakan negara penyembah matahari. Itulah sebabnya Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah mengatakan : “ Dalam keyakinan umat Islam,peristiwa sejarah proklamasi yang terjadi 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan  9 Ramadhan 1364 di hari jumat legi, merupakan anugerah yang tiada hingga dari Allah Yang Maha Kuasa yang menjadikan berakhirnya penjajahan Barat dan  Timur atas nama bangsa dan negara Indonesia “.

Memang sejarah mencatat bahwa setahun sebelum kemerdekaan, bangsa Jepang telah menjanjikan kemerkedaan kepada bansga Indonesia. Perang Pasifik pada tahun 1944, menjadikan kedudukan Jepang makin terdesak. Satu persatu wilayah yang semulanya dikuasai jepang seperti Papua Timur Kepulauan Solomon,  jatuh ketangan pihak sekutu. Hal ini memicu pergantian  perdana menteri jepang dari Jenderal Hideki Tojo digantikan oleh Jendral Koiso. Jendral Koiso tersebut kemudian mengumumkan bahwa bangsa Indonesia diperkenankan merdeka kelak dikemudian hari. Hal itu disampaikan pada sidang istimewa Teikoku Gikai (Parlemen Jepang). Perjanjian ini disebut dengan perjanjian Koiso.Sebagai realisasi dari janji koiso tersebut, maka pada masa pemerintahan Jenderal Harada Kumikici diumumkan adanya pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan telah merencanakan pemberian kemerdekaan pada tanggal dua puluh empat Agustus.

Ternyata kemerdekaan Indonesia dilaksanakan bukan berdasarkan tanggal yang telah disepakati oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia , yaitu tanggal 24 Agustus, tetapi tanggal kemerdekaan dimajukan  kepada tanggal 17 Agustus 1945. Mengambil tanggal tujuh belas merupakan bukti peranan Islam dalam kemerdekaan. Menurut Cindy Adam, penulis biografi Bung Karno menyatakan bahwa pemilihan tanggal tujuh belas bukan dua puluh empat sebagaimna yang telah direncanakan adalah melihat kepada bilangan 17 adalah bilangan yang mulia, sebab merupakan tanggal  turunnya al Quran, dan sehari-semalam shalat didirikan dengan tujuh belas rakaat. Bertepatan pula bahwa tangal 9 ramadhan tahun tersebut,  bertetapan dengan tanggal 17 Agustus 1945 terjadi pada hari jumat, hari yang santat mulia bagi umat Islam. Oleh sebab pertimbangan tersebut maka proklamator Soekarno mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada hari jum’at, tanggal tujuh belas agustus, bertepatan dengan tujuh belas ramadhan.

Sejarawan R.Soeharto dalam buku “ Saksi Sejarah” menyatakan bahwa sebelum tanggal proklamasi, proklamator kemerdekaan Sukarno telah menghubungi Syekh Moesa seorang ulama dari Sukanegara Cianjur. Demikian juga Sukarno bersilaturahmi kepada Kiyai Haji Abdul Moekti, pimpinan Muhammadiyah Madiun untuk mendapatkan kepastian waktu yang baik untuk membacakan tek proklamasi. Bung Karno juga bersilaturahmi kepada ulama besar Kiyai haji Hasyim Asy’ari yang memberikan pernyataan bahwa kita, bangsa Indonesia tidak perlu takut dalam menghadapi serangan bangsa asing  yang tergabung dalam pasukan sekutu. Untuk memupuk dan memberikan semangat perlawanan kepada serangan pasukan sekutu,  sehingga ulama Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad  yang menyatakan bahwa umat siap sedia berjuang dan jihad untuk memppertahanan kemerdekaan dari penjahajan selanjutnya.

Laksamana Maeda, pada malam 17 Agustus 1945 telah mengizinkan rumahnya untuk dijadikan sebagai tempat perundingan tentang bunyi teks proklamasi yang akan dbaca. Sejarah juga mencatat bahwa pada malam 17 agustus 1945 yang bertepatan dengan malam 9 ramadhan 1363 pada pukul 03.00 pagi pada waktu sahur ramadhan, teks proklamasi didiktekan oleh Muhammad Hatta, dan ditulis dengan tangan oleh Soekarno. Kalimat pertama dari teks proklamasi tersebut, dipetik dari piagam Jakarta yang berbunyi : “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia “. Pada awalnya Bung Karnoe sudah merasa cukup dengan kalimat ringkas tersebut, tetapi atas usul dari Bung Hatta ditambahkan dengan kalimat lain :” Hal-hal yang berkaitan dengan pemindahan kekoesaaan diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya “.

Setelah jam 5 pagi,  barulah perudingan nskah teks proklamasi telah selesai, dan saksi meninggalkan rumah Laksmana Maeda. Pada besok pagi harinya telah berkumpul rakyat menunggu dibacakannya teks proklamasi tersebut. Tepat pada jam 10.00 pagi 17 Agustus 1945, Jum’at Legi, 9 ramadhan 1364, dibacakanlah teks proklamasi oleh Bung Karnoe di hadapan para anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan rakyat, di jalan Pegangsaan Timur, dengan upacara yang sangat sederhana , tanpa ada protokoler.Berita Proklamasi dipancarkan ke seluruh dunia melalui radio. Akibatnya, Mohammad Abdul Moun,im, konsul Jenderal Mesir di Bombay, bertindak atas nama Raja Farouk dari negeri Mesir, menyampaikan keputusan Dewan Gabungan Negara-negara Arab yang isinya menganjurkan kepada negara-negara Arab untuk mengakui kemerdekaan republik Indonesia. Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, kemudian dikuti oleh Lebanon, Juni 1947; Suriah dan Iraq pada juli 1947, Afghanistan pada September 1947, menyusul Saudi Arabia pada November 1947.

Ternyata proklamasi kemerdekaan Indonesia diakui pertama kali oleh negara Islam dari Timur Tengah,  Sampai tahun 1947, tidak ada satupun negara Barat yang mau memberikan pengakuan kepada kemerdekaan Indonesia. Disini kita dapat melihat bagaiman besarnya peranan umat islam dan negara Islam dalam rahmat kemerdekaan bangsa Indonesia, semoga kemerdekaan tersebut dapat dirasakan umat Islam dengan kemerdekaan menjalankan syariat Islam di negeri ini, sebab rahmat kemerdekaan tersebut merupakan amanah Allah kepada kita semua, untuk menguji apakah kita dapat menjalankan perintah dan menghindarkan diri dari laranganNya di bumi yang bertuah ini. Selamat Hari Kemerdekaan, semoga kita semua dapat lulus dari amanah rahmat kemerdekaan yang akan ditanya oleh Allah di padang mahsyar kelak. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

 

Buletin

Share This